Jumat, Desember 21, 2007

Arti Sebuah Nama

0 komentar
Love LetterAlhamdulillah hirabbil ‘alamin,

Telah lahir putra pertama kami pada hari Kamis, tanggal 13 Desember 2007, pukul 10.10 wib, dengan berat 3,250 kg dan panjang 50 cm.

Pada hari aqiqah-nya, yaitu 7 hari setelah kelahirannya, Kami cukur rambutnya dan diberi nama : "Daniswara Adam Tanaya".

Pas 7 bulan kehamilan, selain sibuk beli pernak–pernik perlengkapan bayi, kami juga dah mulai sibuk cari nama untuk bayi kami nantinya. Karena tidak tahu jenis kelamin si bayi (meskipun sudah di-USG, kami emang sengaja tidak cari tahu jenis kelamin si baby biar surprise aja waktu lahir) jadi kami mencari nama untuk anak perempuan dan laki-laki baik via browsing di internet Computerjuga baca buku-2 kumpulan nama anak. Reading Wah ternyata emang susah banget ya cari nama untuk anak...

Namun karena pada dasarnya mas Agus tuh pengennya anak pertamanya adl. Laki-2 jadinya ya sampe usia kehamilan 8 bulan kami hanya dapat middle name-nya, yaitu : “Adam”. Yang artinya selain mengambil nama nabi dan manusia pertama juga adalah gabungan nama kami, Agus DAn Mei.

Sebetulnya aku sendiri pengennya menambahkan nama (nabi) Muhammad untuk first name-Nya, tapi mas Agus gak setuju karna udah ada nama (nabi) Adam di tengahnya Sobbing. Kemudian sampe usia kehamilan 9 bulan akhirnya mas Agus menambahkan nama alm. kakeknya :”Tanaya” untuk last name dan niatnya akan dipakai sebagai family name.

(Ssssttt. sebetulnya nama alm. Kakeknya mas agus adalah Tanoyo, tapi agar tidak terlalu ber-bau jawa dan biar kedengarannya keren, kami rubah dikit menjadi Tanaya, he.. he… Maaf ya kek …) Shy WhistlerAkhirnya setelah sekian lama nyari dan sempat taik-ulur, Finally kita berdua menemukan nama yang kami rasa cocok untuk our baby’s first name, yaitu “Daniswara” yang artinya dlm bhs. Sansekerta adl. raja yang bijaksana; mulia.

Jadilah nama lengkapnya : “Daniswara Adam Tanaya” - yang sesuai dengan harapan kami semoga kelak menjadi putra yang arif, bijaksana dan berhati mulia… amin…ya robbal alamin.

Kamis, Desember 20, 2007

Aqiqah

0 komentar
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas terlaksananya aqiqah
Putra pertama Kami yang bernama :

DANISWARA ADAM TANAYA (DANIS)
Lahir : 13 Desember 2007

Semoga menjadi anak yang soleh, berbakti kepada Orang Tua,
Berguna bagi Agama, bangsa dan Negara, amiinnn…

Wassalamu’alaikum wr. wb


Surabaya, 20 Desember 2007
Kami yang berbahagia,
Kel. Agus Wijayanto

Rabu, Desember 19, 2007

Syari'at Aqiqah

0 komentar
'Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya'. Ada Hadits lain yang menyatakan, "Anak laki-laki ('Aqiqah-nya dengan 2 kambing) sedang anak perempuan ('Aqiqah-nya) dengan 1 ekor kambing".
Status hukum 'Aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya 'Aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya 'Aqiqah wajib, maka Rasulullah saw juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.

Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum 'Aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu Hadits di atas, "Kullu ghuli¢min murtahanun bi 'aqiqatihi'? (setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya), mereka berpendapat bahwa Hadits ini menunjukkan dalil wajibnya 'Aqiqah dan menafsirkan Hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia di-'Aqiqah-i.
Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya (masyri»'iyyat) 'Aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa 'Aqiqah adalah sunnah.
Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah 'Aqiqah tersebut.

Mengenai kapan 'Aqiqah dilaksanakan, Rasulullah saw bersabda, "Seorang anak tertahan hingga ia di-'Aqiqah-i, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu". Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa 'Aqiqah mendapatkan kesunnahan jika disembelih pada hari ketujuh. Sayyidah Aisyah ra dan Imam Ahmad berpendapat bahwa 'Aqiqah bisa disembelih pada hari ketujuh, atau hari keempat belas ataupun hari keduapuluh satu. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa sembelihan 'Aqiqah pada hari ketujuh hanya sekedar sunnah, jika 'Aqiqah disembelih pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya maka hal itu dibolehkan.

Jika seorang ayah mampu untuk menyembelih 'Aqiqah pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya pada hari tersebut. Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja. 'Aqiqah anak laki-laki berbeda dengan 'Aqiqah anak perempuan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, sesuai Hadits yang telah kami sampaikan di atas. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa 'Aqiqah anak laki-laki sama dengan 'Aqiqah anak perempuan, yaitu sama-sama 1 ekor kambing. Pendapat ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah saw meng-'Aqiqah- i Hasan dengan 1 ekor kambing, dan Husein '“keduanya adalah cucu beliau saw'” dengan 1 ekor kambing.
***
Bisa kita simpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi 'Aqiqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, namun jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk 'Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa agama Islam membedakan antara 'Aqiqah anak laki-laki dan anak perempuan, maka bisa kita jawab, bahwa seorang muslim, ia berserah diri sepenuhnya pada perintah Allah swt, meskipun ia tidak tahu hikmah akan perintah tersebut, karena akal manusia terbatas. Barangkali juga kita bisa mengambil hikmahnya yaitu untuk memperlihatkan kelebihan seorang laki-laki dari segi kekuatan jasmani, juga dari segi kepemimpinannya (qawwamah) dalam suatu rumah tangga.

Dalam penyembelihan 'Aqiqah, banyak hal yang perlu diperhatikan, di antaranya, sebaiknya tidak mematahkan tulang dari sembelihan 'Aqiqah tersebut, dengan hikmah tafa'™ul (berharap) akan keselamatan tubuh dan anggota badan anak tersebut. 'Aqiqah sah jika memenuhi syarat seperti syarat hewan Qurban, yaitu tidak cacat dan memasuki usia yang telah disyaratkan oleh agama Islam. Seperti dalam definisi tersebut di atas, bahwa 'Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh semenjak kelahiran seorang anak, sebagai rasa syukur kepada Allah. Tetapi boleh juga mengganti kambing dengan unta ataupun sapi dengan syarat unta atau sapi tersebut hanya untuk satu anak saja, tidak seperti kurban yang mana dibolehkan untuk 7 orang. Tetapi, sebagian ulama berpendapat bahwa 'Aqiqah hanya boleh dengan menggunakan kambing saja, sesuai dalil-dalil yang datang dari Rasulullah saw.

Ada perbedaan lain antara 'Aqiqah dengan Qurban, kalau daging Qurban dibagi-bagikan dalam keadaan mentah, sedangkan 'Aqiqah dibagi-bagikan dalam keadaan matang. Kita dapat mengambil hikmah syariat 'Aqiqah. Yakni, dengan 'Aqiqah, timbullah rasa kasih sayang di masyarakat karena mereka berkumpul dalam satu walimah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah swt. Dengan 'Aqiqah pula, berarti bebaslah tali belenggu yang menghalangi seorang anak untuk memberikan syafaat pada orang tuanya. Dan lebih dari itu semua, bahwasanya 'Aqiqah adalah menjalankan syiar Islam.
Wallahu A'lam.
Referensi utama : Tarbiyatul Awlid, DR. Abdullah Nashih Ulwan

Selasa, Desember 18, 2007

Perawatan Bayi Sehari-hari

0 komentar
( Sumber : anmumindonesia.com )


Merawat tali pusat

Setelah lahir, biasanya tali pusat belum lepas. Dan, waktu lepasnya bisa bervariasi, sekitar 5-21 hari. Makanya, tali pusat perlu dirawat 2 kali sehari. Caranya?- Telentangkan si kecil. Bersihkan sisi-sisi tepi tali pusat dengan bola kapas yang sudah dicelup dalam air dingin (yang matang ya). Boleh juga, gunakan kapas bertangkai yang dibubuhi alkohol 70%. - Ganti bola kapas atau kapas bertangkai setiap Anda membasuh daerah lain. - Keringkan dengan handuk yang lembut.- Rendam kain kasa steril ke dalam alkohol 70% dan gunakan sebagai penutup tali pusat. Lilitkan kain kasa pada tali pusat, lipat ke arah atas, serta tempelkan dengan plester khusus.

Memandikan si kecil

Acara mandi seringkali bikin heboh. Makanya, siapkan segala sesuatunya lebih dulu. Apa saja? Piranti mandi, seperti handuk, sabun, dan sampo bayi, ditaruh di dekat bak mandi si kecil.Lalu, tuang air dingin ke dalam bak mandi, baru kemudian air panas. Dengan begitu, dasar bak mandi tidak panas. Idealnya, suhu air mandi bayi sampai usia 2 bulan adalah 40°C. Setelah usia itu, boleh kok diturunkan sampai 27°C. Ukur suhu air dengan termometer khusus atau siku Anda. Setelah itu, barulah acara mandi bisa dimulai.

Inilah tahap aman untuk melakukannya:

  • Siram tubuh si kecil dengan air, lalu cucilah rambutnya (lihat “Mencuci rambut”). Sabuni seluruh tubuh si kecil dengan sabun bayi, termasuk lipatan-lipatan di kaki, tangan, paha, dan leher. Seluruh kegiatan ini dilakukan di atas baby tafel.
  • Angkat si kecil dengan cara selipkan tangan kiri Anda di bawah tengkuknya, lalu pegang erat-erat ketiaknya. Nah, tangan kanan Anda bisa memegang tubuhnya.
  • Masukkan bayi ke bak mandinya. Sangga kepala dan ketiaknya dengan tangan kiri Anda, sementara tangan kanan membersihkan sabun di seluruh tubuh.
  • Untuk membersihkan punggungnya, balikkan tubuh bayi dengan cara sangga tubuhnya dan pegang erat ketiaknya dengan tangan kiri Anda. Nah, tangan kanan Anda bisa mulai bersih-bersih deh.
  • Angkat si kecil dari air, lalu bungkus dengan handuk. - Keringkan tubuhnya dengan cara menekan-nekan handuk

Mencuci rambut

Mencuci rambut bayi yang masih kecil sebenarnya lebih gampang. Selain belum banyak bergerak-gerak, rambutnya juga sedikit. Jangan panik melihat ubun-ubun si kecil yang belum rapat ya. Kulit yang melindungi ubun-ubun cukup kokoh kok. Nah, cuci rambut bayi Anda dengan sampo bayi. Pegang kepalanya erat-erat dan jaga jangan sampai sampo masuk ke dalam matanya. Meski sampo bayi terbuat dari ramuan khusus sehingga lembut dan tidak membuat mata pedih, bisa jadi ia kaget begitu kemasukan sampo. Tangis pun membahana.

Membersihkan mata, hidung dan telinga

Pada intinya, acara bersih-bersih ini perlu dilakukan 2 kali sehari. Dan, Anda perlu mencuci bersih tangan lebih dulu agar kuman-kuman tidak masuk ke organ-organ tersebut.

Berikut cara membersihkannya:

Mata
  • Bersihkan mata dari arah dalam ke luar dengan bola kapas yang sudah dicelup dalam air hangat.
  • Ganti kapas setiap kali membersihkan mata, agar tidak terjadi perpindahan kuman.- Gunakan tisu untuk mengeringkan mata.
Hidung

  • Untuk membersihkan cuping hidung, gunakan kapas bertangkai yang juga sudah dicelup dalam air hangat. Jangan dalam-dalam dan terlalu hot ya. Cuping hidung si kecil bisa terluka nantinya.
  • Ganti kapas bertangkai untuk cuping hidung lainnya.
Telinga

  • Bersihkan daun telinga saja. Lubang telinga sebaiknya tidak diutak-atik, karena takut Anda malah melukainya.
  • Daun telinga (bagian depan dan belakangnya) dibersihkan dengan kapas bertangkai yang diolesi baby oil.
  • Ganti kapas bertangkai baru untuk daun telinga lainnya.- Keringkan telinga bayi Anda dengan handuk lembut.

Memotong kuku

Anda perlu ekstra hati-hati, karena si kecil biasanya enggak betah kalau dipotong kukunya. Padahal, kuku bayi cepat banget tumbuhnya. Tahapan memotong kuku si kecil sebagai berikut:

  • Biar kukunya agak lunak, potong seusai mandi. Tekan jari yang akan dipotong kukunya dengan ibu jari dan telunjuk kiri Anda, sementara tangan kanan Anda mulai mengguntingnya. Pilih alat pemotong kuku yang ujungnya bulat, dan disterilkan dulu ya dengan alkohol 70%.
  • Gunting bagian kuku yang putih. Jangan lupa, sisakan sedikit bagian tersebut.
  • Bersihkan kotoran dalam kuku dengan kapas yang dicelup air matang.
Menghilangkan kerak topi

Banyak dialami bayi usia 3 minggu sampai 3 bulan, namun akan hilang setelah usia 6-7 bulan. Biasanya, kerak topi muncul di sekitar dahi, berwarna kekuningan, dan berminyak. Bila terkelupas, mirip-mirip ketombe deh. Bersihkan beberapa kali dalam seminggu. Caranya?

  • Kulit berkerak diolesi baby oil. Agar lunak, biarkan selama 15 menit.
  • Sisirlah rambut si kecil agar kerak ikut-ikutan terkelupas.- Cuci bersih rambutnya biar tidak ada kerak yang tertinggal.
Menjemur bayi

Kegiatan ini sangat sehat bagi si kecil, sebab kebutuhan tubuhnya akan vitamin D akan terpenuhi. Bukankah sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling oke? Bahkan, sinar matahari bisa pula menurunkan kadar bilirubin (pigmen berwarna kuning) dalam darah bayi kuning. Tentu saja, Anda tidak bisa sembarangan menjemur bayi Anda. Ini aturan mainnya:

- Lakukan secara bertahap dan jangan lama-lama. Maksimal 5-15 menit saja.
- Lakukan antara pukul 07.00-08.30. Mumpung belum terlalu panas.
- Kenakan baju yang menyerap keringat, seperti bahan katun.
- Jangan oleskan krim apapun untuk melindungi kulitnya. Bisa-bisa malah jadi iritasi

Membersihkan Kerak Topi

0 komentar
( Sumber : ayahbunda-online.com )
Pada kulit kepala bayi, seringkali terlihat adanya serpihan kulit atau lapisan tebal pada kulit. Itulah yang disebut kerak topi. Bagaimana cara mengatasinya?

Kerak topi, yang juga lazim disebut cradle cap atau kerak kepala, memang cukup sering dijumpai pada bayi usia 3 minggu hingga 3 bulan. Biasanya, gangguan ini timbul di dekat dahi, berminyak dan berwarna kekuning-kuningan. Begitu terkelupas, serpihan-serpihan kulit tampak seperti ketombe.

Gara-gara hormon ibu

Umumnya, kerak topi timbul pada bayi yang tidak memiliki cukup rambut. Sebab, seluruh minyak yang dihasilkan kulit kepalanya tidak bisa diserap. Bila Anda tidak rajin-rajin membersihkannya, debu dan serat-serat halus akan menempel pada kulit kepala yang berminyak. Lama kelamaan, terbentuklah semacam kerak.

Memang, kelenjar minyak pada kulit bayi biasanya bekerja terlalu aktif. Apa penyebabnya? Ternyata, ini akibat masih tingginya kadar hormon ibu yang mengalir di dalam tubuh mungilnya. Meski begitu, jangan langsung panik. Pengaruh hormon ibu “hanya” akan berlangsung selama bulan-bulan pertama kehidupan si kecil. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, gangguan kulit ini akan hilang dengan sendirinya. Umumnya, setelah si kecil berusia 6-7 bulan, kerak topi sudah benar-benar lenyap.

Perhatian!

Bila kerak topi dijumpai pada si kecil, beberapa hal berikut bisa jadi catatan:

- Setelah diolesi baby oil, Anda boleh saja memijat kepala mungilnya secara perlahan-lahan.
- “Membiarkan” baby oil selama beberapa menit pada kulit kepala akan membuat kerak jadi lunak dan mudah dibersihkan.
- Jangan bersihkan kerak topi dengan jari-jari Anda. Bisa-bisa kuku Anda melukai kulit kepalanya.
- Sebagai pengganti baby oil , bisa juga Anda biarkan rambut si kecil disampo selama 20 menit. Setelah itu, sisir rambutnya dengan sikat rambut yang halus dengan hati-hati.
- Lakukan ini 2- 3 kali dalam seminggu.

Siapkan Dulu Pirantinya :

- Baby oil
- Sampo bayi
- Sikat rambut yang halus

Senin, Desember 10, 2007

Tanda-tanda Kelahiran

0 komentar
( Sumber : Ayahbunda-online.com)

Nyeri, tegang, mulas.... Ups! Jangan-jangan saat persalinan sudah dekat. Punya pengetahuan tentang tanda serta tahap persalinan jelas sangat membantu, meski tidak berarti setiap wanita hamil akan melewati rasa dan pengalaman yang sama saat melahirkan.

Diawali kontraksi

Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi.

Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.

Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.
Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.

Jalan lahir membuka

Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.

Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina.

Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.

Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.

Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:
  • Kala/tahap I laten: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,
  • Kala I aktif: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama.
  • Kala II: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.
  • Kala III: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.

Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.

Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.

Siap lahir

Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.

Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).

Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.

Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.

Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.

Nah, kini sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda.

Plasenta Selesai Bertugas

Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan. Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.

Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.

Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.
Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni jadi seorang ibu. Sebuah peran yang luar biasa indahnya!

Nia L. Tobing
Konsultasi ilmiah: dr.Yusfa Rasyid, SpOG, POGI Jaya, RSB YPK Menteng, Jakarta.