Minggu, Januari 13, 2008

Don't Want Miss a Thing

0 komentar


I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you are far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Where a moment spent with you is a moment I treasure


I don't want to close my eyes, I don't want to fall asleep
Cause I miss you baby, And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you, the sweetest dream will never do
I still miss you baby and I don't want to miss a thing

Lying close to you feeling your heart beating

And I wondering what you are dreaming
Wondering if it's me you are seeing
Then I kiss your eyes and thank god we're together
I just want to stay with you in this moment forever and forever forever

And I don't want to miss one smile
I don't want to miss one kiss
I just want to be with you right here with you
Just like this, I just want to hold you close
I feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all of the rest of time …

Sukaaaa banget ma lagu ini. Kayaknya emang lagi gambarin suasana atiku right now. Klo pas mau b’rangkat kerja rasanya beraaat gitu. Trus klo dah sampe kantor bawaanya pengen cepet-cepet pulang aja. Kebayang wajahnya Danis terus. Pengen gendong dia, nyiumin pipinya, pengen nyanyi, ngobrol & main bareng...

Yah, gak kerasa udah 2 bulan ini become a mommy. I really enjoy my life to spend every second with him. Really can’t take my mind off him, thingking of him.
Always want to be there to witness everything he does for the first time and never want to miss a thing ... (persis kayak lirik lagu di atas...)

Kamis, Januari 10, 2008

12 ‘Kejutan’ pada Bayi Baru

0 komentar
Siap-siap ya. Bayi-bayi baru lahir senang sekali memberi ‘kejutan’. Seringkali benar-benar tak terduga lho…

Meski Anda sudah membaca seabrek ulasan tentang seorang bayi, entah mengapa, kehidupan dengan bayi baru selalu saja diwarnai dengan hal-hal yang menakjubkan. Ternyata, ada banyak juga yang bisa dipelajari langsung dari bayi Anda kalau nggak mau repot-repot buka buku atau sharing dengan orang lain.

Berikut berbagai kejutan yang mungkin diberikan oleh si kecil, namun mengkhawatirkan orang tua baru pada hari-hari pertamanya:
  1. Kok, bayiku jelek?”
    Biasanya, Anda bayangkan idealnya bayi itu montok, pipinya kemerah-merahan, dan cute . Jika kepala bayi Anda agak aneh dan bentuknya kerucut pada awalnya, mungkin saja ini karena ia sudah berjam-jam terjepit di panggul. Agar pas melalui jalan lahir, mau tidak mau tengkorak kepala menyesuaikan diri. “Ini untuk melindungi terjadinya retaknya tengkorak atau kerusakan otak selama persalinan via vagina,” kata Anne Hansen, MD, dokter anak di Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat.
    Masih banyak lagi ‘daftar’ kejelekan si kecil. Misalnya, mata bengkak, wajah dan kepala agak memar jika lahir dengan bantuan forsep (alat untuk menjepit dan menariknya ke luar) atau vakum, dan sebagainya. Bersabarlah, dalam waktu singkat, dia akan berubah jadi malaikat kecil Anda.
  2. Dia gemetar terus.”
    Setelah berbulan-bulan melekuk dalam kantung air di rahim yang cozy, namun sempit, sekarang kaki dan tangan bayi baru Anda bebas bergerak ke sana-sini. Hanya saja, dia belum mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya. Makanya, lambaian tangannya agak tersentak-sentak.
    Bayi juga lahir dengan refleks Moro. Begitu diangkat dan diturunkan lagi secara tiba-tiba, misalnya, kedua tangan dan kakinya akan merentang, lalu menutup kembali. Jemarinya juga menekuk seolah-olah mencengkeram sesuatu. Jangan takut, refleks ini akan hilang ketika dia berusia 3 bulan.
    Lalu, sistem saraf yang sedang berkembang suka mengirim lebih banyak impuls listrik ke otot-otot dari yang diperlukan, sehingga dagu dan kakinya sering gemetar. Setelah beberapa minggu, dia sudah tidak gemetaran lagi.
  3. Wow, kelaminnya besar sekali!”
    Sebelum suami Anda keburu ge-er gara-gara bayi laki-lakinya punya buah zakar yang besar, dia harus tahu bahwa genetik atau hormon laki-laki yang super perkasa sekalipun tidak ada pengaruhnya terhadap ukuran buah zakar. Membesarnya buah zakar terjadi akibat terdesaknya bayi selama kelahiran, seperti kalau cairan terjebak dalam jaringan.
    Juga, dalam tubuh semua bayi baru masih mengalir hormon-hormon ibunya. Nah, hormon tersebut membuat buah zakar (bayi laki-laki) atau bibir luar kelamin (bayi perempuan) seolah-olah besar alias bengkak. Biasanya, alat kelamin tersebut akan mengempis beberapa hari kemudian.
  4. Bayiku lapar terus.”
    Pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin saja heran. Kok si kecil makan terus? Permintaan bayi yang bertubi-tubi ini adalah cara alami untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Melalui trail and error , akhirnya bisa ditemukan takaran yang pas untuk memenuhi selera makannya. Bayi yang menyusu cenderung lebih sering minum, sebab ASI lebih mudah dicerna dan diserap ketimbang susu formula.
    Nah, alasan untuk minum ‘gila-gilaan’ ini, tentu saja, karena si kecil harus tumbuh. Jangan heran, kalau berat badannya pada usia 6 bulan jadi 2 kali lipat dari berat lahirnya. “Selama periode percepatan pertumbuhan, jangan kaget kalau bayi Anda jadi super rakus. Nafsu minum yang gila-gilaan ini pertama kali terjadi ketika usianya 4-6 minggu,” kata Glade Curtis, MD , dokter kandungan yang juga pengarang dari “Your Baby’s First Year week by Week”.
  5. “Tangan dan kakinya dingin.”
    Sebelum Anda buru-buru membungkusnya dengan berlapis-lapis selimut, pegang dulu tubuhnya. Jika tubuhnya hangat dan agak pink, ini berarti ia tidak kedinginan. Sistem peredaran darahnya masih berkembang, sehingga darah bolak-balik ke organ tubuh yang paling membutuhkan. Nah, tangan dan kaki termasuk dalam ‘antrian’ paling akhir mendapat pasokan darah bersih. Butuh waktu sekitar 3 bulan bagi sistem peredaran darah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Jadi, tidak apa-apa kalau jari-jari tangan dan kakinya dingin dan agak pucat.
  6. Ada darah di popoknya.”
    Hormon ibu yang menyebabkan bibir luar kelamin membengkak, juga bertanggung jawab terhadap terjadinya perdarahan pada beberapa bayi baru. Jadi, tenang-tenang sajalah kalau ada setetes darah atau noda di popok si kecil pada minggu-minggu pertama kehidupannya. “Periode haid yang super pendek ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kata Dr. Curtis. Kadangkala, apa yang kelihatannya seperti darah mungkin saja merupakan urin yang pekat, sehingga agak gelap di lipatan popok.
  7. Ada tonjolan kecil di bibirnya.”
    Banyak bayi baru yang bibir atasnya ada tonjolan kecil atau lepuhan akibat terlalu bersemangat menghisap susu dari botol maupun payudara ibunya. Akibatnya, si kecil jadi tidak nyaman. Sebenarnya, tonjolan itu akan membuat bibir jadi lebih mudah ‘menangkap’ puting susu. Tonjolan ini akan hilang sendiri dalam beberapa bulan, atau bisa saja berulang kali muncul dan hilang.
  8. Pupnya cair. Diare nggak ya?”
    Kotoran bayi menyusu yang berwarna kuning seperti mustard dan mirip biji-bijian biasanya cair, sementara pup bayi susu formula cenderung berwarna kecokelatan dan kental seperti es krim. Beberapa bayi akan pup beberapa kali dalam sehari, sedangkan yang lainnya pup beberapa kali dalam seminggu. Sepanjang berat badan bayi Anda terus bertambah, serta tidak masalah pada perut atau kembung, berapapun frekuensi pupnya tetap oke kok.
    Memang, agak susah untuk membedakan pup biasa dengan pup akibat diare, khususnya pada bayi yang menyusu. Biasanya sih, bayi ASI pup sehabis makan, dan kotorannya lebih cair. Jadi? Mau tidak mau Anda harus belajar mengenali kotoran si kecil. Jika frekuensi, volume, dan kekentalannya berubah secara drastis, segera bawa ke dokter.
  9. “Si kecil bersin terus.”
    Bayi baru sering banget bersin. Meski begitu, ini tidak berarti ia pilek atau sakit. Bisa jadi, ia hanya sedang melonggarkan rongga hidung dan saluran napas dari berbagai sumbatan dan partikel-partikel udara. “Ketika menyusu, bayi bisa saja menempel erat-erat pada Anda. Akibatnya, hidungnya jadi gepeng atau salah satu lubang hidungnya tertutup,” kata Dr. Curtis. “Setelah minum, bayi akan menghela napas atau bersin untuk melonggarkan rongga hidungnya lagi.”
  10. Kulit tangan dan kakinya terkelupas.”
    Ketika bayi berenang dalam lautan air ketuban, kulitnya terlindung dari lingkungan yang basah berkat lapisan kulit berwarna putih dan mirip lilin yang disebut vernix . Tapi, sekali si kecil terpapar udara, vernix akan mengering dan mulai mengelupas. Jangan gosok-gosok serpihan kulit sisanya, sebab bisa jadi Anda malah mengelupas kulit yang sebenarnya belum siap untuk rontok. Proses pengelupasan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.
  11. Bayiku nggak napas!”
    Bisa jadi Anda beberapa kali agak histeris begitu melihat si kecil tidak bernapas secara teratur ketika terlelap. Ini normal-normal saja. Sesekali, bayi Anda seakan-akan berhenti bernapas sebentar, lalu bernapas lagi dengan cepat. “Sebenarnya, itu adalah bagian dari perkembangan diafragma (sekat rongga badan antara dada dan perut) dan sistem saraf,” kata Dr. Curtis. Pada usia 6 minggu, ia akan memiliki pola napas yang lebih teratur. Hanya saja, jangan lupa telentangkan si kecil, serta singkirkan semua barang dan mainan lembut dari boksnya untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma kematian bayi secara tiba-tiba.
  12. Suara tangisannya kok sama?”
    Jika Anda belum juga piawai dalam menerjemahkan bahasa pertama bayi Anda, nggak usah terlalu cemas. “Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan mengenali jeritan keras dari tangisannya karena sakit atau rengekan berkepanjangan ketika ia kecapaian,” kata Dr. Hansen. Nah, suara tangisan karena lapar biasanya di antara kedua suara itu. Meski begitu, ada juga sih bayi-bayi yang terdengar agak desperate (dan juga keras) ketika mau makan pada saat itu juga. Namun, pada hari-hari pertama, tidak perlu terlalu panik kalau si kecil mulai menangis. Sebab, bisa saja ia menangis tanpa alasan apapun. Yang penting, Anda harus bereaksi sama, yakni menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Habis, itu memang yang diinginkan dan juga dibutuhkan si kecil.

Senin, Januari 07, 2008

Sendawa, “Anti” Perut Kembung

0 komentar
( Sumber : Ayahbunda-online.com )


Bersendawa setelah minum susu penting bagi bayi, sebab akan menghindarkannya dari perut kembung.

Ketika bayi Anda menyusu, seringkali udara ikut-ikutan masuk bersama susu. Biasanya, volume udara yang tertelan oleh bayi yang minum ASI lebih sedikit ketimbang bayi yang minum susu botol. Nah, volume udara yang masuk ini akan lebih banyak lagi jika cara menyusunya kurang tepat, si kecil tidak tenang, atau baru saja menangis berkepanjangan akibat marah atau kelaparan. Kok, bisa? Ketika susu masuk ke dalam lambung bayi, udara yang masuk ‘tertahan’ di bagian atas lambung. Akibatnya, perutnya kembung. Bayi pun jadi rewel.

Untuk menghindari perut bayi kembung, segera sendawakan setelah ia menyusu pada masing-masing payudara. Sebenarnya, ada 3 posisi yang umum digunakan untuk menyendawakan bayi. Tapi, setiap bayi biasanya punya posisi favorit yang ‘menurutnya’ paling nyaman. Jadi, pandai-pandailah ‘membaca’ isi hatinya.

Posisi menghadap ke belakang
- Letakkan handuk kecil atau saputangan pada bahu Anda untuk menahan muntahan susu.- Gendong bayi menghadap ke belakang dengan bertopang pada bahu Anda.- Tegakkan tubuhnya dan biarkan kepalanya bersandar di bahu Anda.- Gunakan satu tangan untuk menahan tengkuk dan bokongnya, sementara tangan lainnya mengelus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

Posisi tengkurap di pangkuan
- Telungkupkan si kecil di atas pangkuan.
- Topanglah dadanya dengan tangan agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari tubuhnya.
- Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

Posisi digendong di depan
- Gendonglah bayi dengan cara menyangga tengkuk dan bokong di depan tubuh Anda.- Usahakanlah agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari dadanya.
- Letakkan handuk kecil atau saputangan di dadanya untuk menampung muntahan.
- Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

Selasa, Januari 01, 2008

While I'm Pregnant

0 komentar
"Ya Allah ya tuhan kami,
Berilah kami putra dan putri yang soleh dan solehah
Jadikanlah ia dengan bentuk yang sempurna, sehat jasmani dan rohani
Jadikanlah ia cantik bila dia perempuan dan ganteng bila laki-laki
Yang berakhlak mulia, taat dan beriman serta patuh menjalankan perintah-Mu
Yang dapat menyejukkan hati kedua orang tuanya
Limpahkanlah kepadanya rezeki yang halal dan barokah
Mudahkanlah segala urusannya di dunia dan di akhirat
Dan berilah kemudahan kepada hamba-Mu ini dalam melahirkan dan
Membesarkannya kelak Ya Allah ….
Amiin ya Robbal ‘alamiin …"
(Doaku selama menjalani kehamilan …)

Gak terasa udah 9 bulan lamanya usia kehamilanku. Thanks God setelah sekian lama penantian kami finally kami dipercaya untuk mendapatkan ‘amanah’ ini.
Sebagai first timer dalam urusan kehamilan, selain banyak cari informasi pada para senior, aku juga suka baca-2 buku dan browsing internet seputar pregnancy, baik permasalahan dan tips-2 kehamilan, sampe ikutan gabung milis mypregnancy.com dan ternyata emang bermanfaat banget buatku.
Aku juga mengalami mual, kram kaki, perubahan pada kulit, benci makanan tertentu (spt: pecel bikinan rumah, benci gado-gado, benci selada, benci bau ikan goreng, mual bila bau lotion citra, dll) dan sangat suka makan soto daging, KFC dan nasi padang plus rendang, gule kepala ikan tengiri, makan sate dan gule kambing. (ini ngidam apa doyan sih?! he.. he... ), banyak sekali makan buah apel fuji sampe bosen. (yang ini aku dapat info katanya buah apel bagus banget utk bumil agar ntar anaknya terhindar dari alergi).
Aku rajin periksa ke SPOG tiap bulannya hingga usia kandungan 7 bulan, dan tiap 2 minggu sekali mulai bulan ke-8 kehamilan. Rajin minum vitamin, sangat menjaga makanan terutama dgn menghindari food yang banyak pewarna dan MSG-nya, tidak minum kopi, tidak maem duren, juga ikutan senam hamil (walopun Cuma sebentar… ) rajin minum susu, baik susu utk bumil, susu kedelai, juga susu-2 instant, tapi menghindari gula tentunya.
Pas bulan ramadhan, aku juga ikutan puasa dan tarawih meskipun tidak full. But above all, aku menjalani kehamilan pertamaku ini dgn hati-2 banget dan so excited karena semuanya jadi lebih perhatian ma aku, he.. he… (ya suami, mertua, ipar-2, father and mom, adek, kakak, teman-2 kantor …..)
Thanks for all.