Minggu, Juli 27, 2008

Menuju 8 Bulan

4 komentar

Kurang 17 hari lagi Danis akan genap 8 bulan (shhhh Mama udah gak sabar pengen anaknya lekas besar!) . Berarti sekarang masih 7,5 Bulan. Udah bisa apa saja ?
  • Udah bisa diajak main Peek A Boo / Cilukba
  • Bisa duduk tanpa disangga sebentar
  • Makin seneng mainan air pas mandi
  • Bisa bergoyang / joget pas dengerin musik atau sambil ditabuh
  • Suka menjatuhkan mainan, lalu mencarinya
  • Teriakannya makin kuenceng
  • Makin aktif dan belajar merangkak
  • Kalau ditanya : "Gimana gantengnya Sayaaang?" Danis langsung merem-merem sambil mengedip-ngedipkan matanya (Duh, yang ini niru siapa seh??? he.. hee...)

Kamis, Juli 24, 2008

I Love You, My Son...

0 komentar
Tadi pagi pas mama buru-buru nutup pagar, (takut telat masuk kantor, red) eh tau-tau si Uti udah di belakang mama sambil gendong Danis.

“Dah… da-dah….Hati-hati ya ma… Papa….”.
Tangan kiri Uti melambai-lambaikan lengannya Danis. Danis sih melongo n gak lama kemudian bibirnya manyun dan huaaa…. (nagis mode on).
Ini kali pertama Danis nangis pas ditinggal mama dan Papa pergi. Kaget, heran, takjub, senang sekaligus sedih melihatnya. Senang karena memori Danis sudah semakin baik dan bertambah kepintarannya. Sedihnya karena lihat anak kesayangan nangis. Pengen rasanya turun dari kendaraan dan balik lagi ke rumah untuk kemudian menghabiskan waktu bersama Danis.
Ini mungkin secuil kisah klasik para ‘working mom’ seperti mama ini. Ah andaikan bisa bekerja tanpa harus meninggalkan rumah, tanpa harus meninggalkan ‘amanah Allah tercinta ini’. Namun mungkin hidup adalah sebuah pilihan. Mama memilih untuk bekerja di luar rumah karena untuk sekarang ini masih belum mampu untuk menghasilkan uang di rumah atau mempunyai usaha sendiri seperti cita-cita mama. Mungkin suatu saat nanti, Insya Allah.

Danis my dear….
Sabar ya sayang. Bukannya mama tidak sayang sama Danis. Mama bekerja karena ingin membantu Papa agar kita dapat hidup lebih enak lagi. Agar kelak kami (Mama n papa) dapat mengantarkanmu menggapai cita-citamu. Insya Allah hingga nanti, suatu saat Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk Kita semua.
I love you my son,
We love you,
and always will …

(Ki-ka: Papa, Danis, Kak Ferrys, Bibik)

Rabu, Juli 23, 2008

Siapa Yang Menjaga Anak Kita?

1 komentar
Pagi itu air mata rasanya ingin terjun bebas tak mau berhenti. Hari pertama mulai masuk kerja. Untuk berangkat, rasanya malas. Malas banget untuk ninggalin Danis di rumah. Andaikan mama punya waktu lebih banyak untuk Danis agar bisa menemani Danis bermain, mandiin, memberinya maem, mengajaknya ngobrol, becanda dan menyanyi, mengajarinya untuk berdoa, mengajaknya jalan-jalan walaupun hanya di sekitar rumah, dan yang paling penting: menjadi orang pertama yang melihat kepinterannya yang bertambah dari hari-ke-hari!

Sejak usia kehamilan 8 bulan, mama sudah terpikir untuk cari seorang assistant yang tugas utamanya adalah menjaga si ‘calon baby’ . Menjaga dengan arti menemaninya di kala ditinggal mama berangkat bekerja, merawatnya dengan tulus dan kasih sayang seperti : memandikan, menyuapi makan dan memberi susu, menidurkan, sekaligus berperan sebagai teman bermain.

Namun ternyata memang tidak mudah untuk mencari orang yang perfect alias sesuai 100% dengan harapan kita. Apalagi pada waktu proses ‘pencarian assistant’ itu banyak sekali masukan dari teman-2 dan tetangga mama yang rata-2 sudah pengalaman betul berurusan dengan para assistant / pembantu atau yang agak keren dan mahalan sebut saja :baby sitter, ;p.

Salah satu teman mama (Tante Suci, Honda) bercerita kalau dulu eks. Assistant-nya kerap nyubitin anaknya apabila rewel dan tidak mau tidur. Kemudian adalagi yang cerita kalo assistantnya suka nakut-nakutin sang anak (dengan pasang muka serem dan suara-2 aneh) sambil nusukin pakai pensil di badan anak yang diasuhnya sehingga anak itu menjadi trauma, penakut dan berperilaku sulit (tiba-2 suka nangis kenceng-2 berjam-jam sehari dan susah untuk ditenangkan). Alhasil dua orang teman mama itu gak lama kemudian memutuskan untuk menitipkan buah hatinya kepada neneknya masing-masing.

Tapi tidak semua assistant bersifat ‘antagonis’ seperti itu. Teman Mama di Rungkut, Tante Inuk namanya, beruntung memiliki 2 orang assistant yang baik. Walaupun rata-2 umurannya masih belasan (ABG) dan belum berpengalaman dalam merawat bayi, mereka tidak terlihat canggung sama sekali merawat bayi-bayi tante Inuk. Iya, tante Inuk punya 2 bayi alias kembar. Diajarin sehari oleh tante Inuk, 2 orang assistant itu sudah dapat diandalkan. Merekapun telaten dan sayang banget sama si kembar dan kerap terlihat membujuk sambil menggendong si kembar klo pas rewel (padahal si kembar itu body-nya aduhay loh… alias overweight, he.. he… ) Two tumbs up deh buat 2 orang asistennya tante Inuk.

Setelah cari info sana-sini dan pasang iklan lewat getok tular, ada beberapa pelamar yang datang ke rumah.

Pelamar 1 : sudah berkeluarga, tidak mau stay/inap, minta jam kerja mulai jam 09.00 wib dan klo selesai minta pulang (hanya mau cuci, setrika, nyapu, bersih-bersih rumah dan ngepel, kalo selesai jam 1, ya jam 1 pulang dst), sabtu-minggu minta libur (duh kayak PNS aja), yang ini dari awal jelas gak interest banget….

Pelamar 2 : masih ABG, mau stayhome, bisa nyapu, ngepel, nyuci baju, piring, setrika, tidak mau masak, dan bersedia mengasuh bayi.meskipun belum berpengalaman. Yang sebetulnya cocok, tapi terkendala bahasa (hanya bisa Bhs. Madura, red)

Pelamar 3 : sudah berkeluarga, tidak mau stay, mau mengasuh bayi plus pekerjaan rumah tangga, Jam kerja 09.00 – 16.00 wib. Kurang berminat karena jarak rumah terlalu jauh, Ntar suka nelat lagi, he .. he…

Pfuhh, bener-2 susah cari yg sreg di hati.

Akhirnya setelah konsultasi bersama keluarga besar, Mama dan Papa sepakat untuk tinggal di pondok mertua indah (rumah ortunya Papa) sementara kalo mama ngantor, bayi di-rawat oleh budhe. Budhe adalah kakak tertuanya Papa. Budhe punya 1 orang anak cowok (Mas Jody) seumuran mama dan sudah nikah, dan tinggal di rumahnya sendiri. Ah leganya, hilang satu kekhawatiran….

Hari-hari pertama masuk kerja, mama sungguh sangat tidak konsen ke pekerjaan. Kepikiran Danis terus. Meskipun Budhe sudah berpengalaman merawat bayi, tapi belum tentu sama dengan cara mama kan? Jaman Budhe punya bayi dulu juga pasti berbeda dengan jamannya mama saat ini. Akibatnya tiap sore sepulang kerja mama seperti orang yang paranoid, suka cek dan periksa apakah Budhe sudah merawat Danis dengan baik seperti yang mama lakukan selama ini. Dan ternyata memang ada saja hal-2 kecil (tapi sangat mengganggu nurut mama) yang kurang pas buat mama. Tapi tentu saja tidak mungkin mama menegur Budhe agar menuruti kemauan mama kan? dan sebagai lampiasannya biasanya mama akan curhat ke Papa dan minta dicarikan pembantu/asisten saja karena bayangan mama lebih mudah menegur asisten / pembantu apabila mereka salah.. Tetapi dengan telaten dan sabar Papa selalu berhasil menenangkan dan membujuk mama untuk nerimo dan adem-ayem seperti tidak terjadi apa-apa dan bersyukur masih ada Budhe yang membantu menjaga Danis. Kalaupun ada yang tidak cocok dengan cara asuh Budhe, toh selama anaknya sehat-sehat saja dan tidak masalah kan?

Alhasil dari hari-ke hari mama jadi sewot dan suka stress sendiri karena suka meributkan hal-hal kecil. Kala itu Papa menyebut mama over-protective.

Sekarang mama baru menyadari. Betapa mestinya mama banyak bersyukur kepada Allah SWT karena mama masih disayang Allah SWT dengan memberikan kemudahan, yaitu ada yang menjaga anaknya. Mestinya mama berterima-kasih kepada Budhe yang selama ini sudah membantu merawat Danis pada saat mama kerja hingga sekarang ini. Tidak semestinya mama punya pikran macam-2. Bukankah di tangan orang lain, pembantu misalnya, belum tentu juga akan lebih baik bukan?

Akhirnya sekarang mama realize dan banyak bersyukur. Pertanyaan Mama seperti judul di atas terjawab sudah. Sudah ada Budhe yang merawat Danis. Mama berjanji akan berusaha untuk menyenangkan Budhe atas jasanya selama ini. Sudah semestinya mama berterima-kasih, menebar dan menjalin kasih sayang terutama kepada keluarga mama, Budhe, Pakdhe, dan Uti yang selama ini sudah banyak membantu menjaga Danis, my lovely cute baby boy.

Kini, Mama pun mejalani hari-hari dengan langkah pasti dan senyum di hati. Ada yang menjaga anakku, Terima kasih ya Allah, Terima kasih ya Budhe....

Senin, Juli 21, 2008

Brilliante Webblog Premio

2 komentar

Begitu mama buka blog, eh tau-tau udah ada 2 mommies yang kasih kado / award ini (Thanks buat Mama Ina n Mama Farrel...).Apaan sih ni? Ya... meskipun kurang familiar Mama ikutan aja ah untuk seru-seruan, gak ada salahnya kan? Lagian sepertinya asik juga untuk menjalin silahturrahmi....

Nah, ayo para bunda, mommies, lanjutin award ini biar rame...


  1. Annisa

  2. Rita

  3. Tante Arie

  4. Bunda Nayla

  5. Kak Umar

  6. Rizka-Gustee

  7. Bodhi

ini aturan mainnya:


1) Put the logo on your blog.


2) Add a link to the person who awarded you.


3) Nominate at least 7 other blogs.


4) Add links to those blogs on yours.


5) Leave a message for your nominees on their blogs


Have a nice work, See ya...

Minggu, Juli 13, 2008

Danis 7 Bulan

2 komentar
Danis hari ini umurnya genap 7 bulan. Udah makin aktif gak bisa diem, udah bisa duduk dan belajar merangkak (Sementara ini sih merangkaknya masih mundur...;) ). Danis juga barusan sembuh dari sakit pilek. Sudah kembali doyan lagi sama maem dan susunya. Alhamdulillah hirabbil 'alamin....

Ya Allah,
Berikanlah putra Kami kesehatan
Jadikanlah ia sebagai putra yang kuat
Jadikanlah ia sebagai anak yang sholeh
Yang takut kepada-Mu ya Allah
Lindungilah ia dari orang-2 yang berniat jahat & godaan setan
dan Berilah kemudahan kepada hamba-Mu ini dalam
merawatnya & membesarkannya, amiin......

Selasa, Juli 01, 2008

Danis Pilek

1 komentar
Hari Senin jam 01.30 pagi tiba-tiba Danis batuk. Gak lama kemudian muntah banyak sekali. Padahal Danis baru saja menghabiskan susu 1 botol. Ternyata hidung Danis buntu, jadinya dia kesulitan untuk napas. Kemudian jam 08.00 pagi pas mama suapin bubur susu, baru juga 3 suap, muntah lagi. Langsung deh mama telpon papa untuk membawa danis ke Rumah Sakit Haji. Sebetulnya mama pengen Danis di-inhalasi atau di-uap gitu biar lendirnya bisa keluar semua dan bisa napas dengan plong. Soalnya denger suara grok...grok... di hidung Danis sepertinya kok lendirnya banyak banget (he.. he... sok tau ya mama, red). Tapi Dr. Monique bilang sih tidak perlu karena pileknya baru 1 hari dan Danis tidak panas. Oleh DSA-nya Danis dikasih obat syrup dan puyer. Danis sementara tidak boleh maem buah-buahan, bubur rasa buah dan kacang ijo karena takut ntar tambah batuk.

Selama 6 bulan, alias sejak lahir -alhamdulillah- Danis baru kali ini mengalami sakit. Udah gak bisa ditulis atau digambarin lagi gimana persaan mama waktu liat Danis sakit, gak doyan susu dan gak doyan maem. Mama bisanya nangis aja, bawaannya takut kenapa-napa ( cengeng ya..;) ) Takut badan Danis jadi kurus dan tambah sakit.
"Ya Allah, sembuhkanlah Danis, dan jauhkanlah ia dari segala macam penyakit...., Amin"