Selasa, Januari 27, 2009

Gosok Gigi

10 komentar
Yeeeeyyy... giginya Danis kan makin lama makin bertambah banyak, so pelan-pelan mama ajarin Danis untuk membersihkan alias menggosok giginya sendiri. Sebetulnya mulai usia 7-8 bulan mama sudah rajin menggosok giginya Danis yang waktu itu sudah 4 biji (2 biji di gusi bawah dan 2 biji di gusi atas bagian depan) pakai slobber yang sudah dicelup air hangat, sambil nyanyi-2 atau sambil ngomong ke Danis gini :
"sayaaang, giginya dibersihin dulu ya.... Biar bersih, biar nggak ada kumannya dan biar tambah cakep"

Biasanya ritual 'gosok gigi' ini seringnya mama lakuin pas mau mandi pagi & sore sambil muterin MP3 lagu anak-anak seperti 'Bagun Tidur', Balonku, Pelangi, dll. Atau kalau misalnya nggak sempat ambil HP, ya terpaksa manual, alias mama yang ngamen, hehe....
"Bangun tidur ku terus mandi, Tidak lupa menggosok gigi....Sok, gosok-gosok... Ayo gosok gigi......"

Anyway nggak-papalah supaya anaknya senang, iya kan?

Ini mama share posenya Danis sewaktu gosok gigi pas siap-siap mau mandi sore.

Keep smart ya My Dearest little boy!

Senin, Januari 19, 2009

My Little Boy Fave's Snack : Pancake !

17 komentar
Hmmm akhirnya mama memberanikan diri untuk membuat cemilan sendiri! Hihi... sebetulnya sih dari dulu keinginan itu selalu ada, cuman kok 'rasa malas' lebih sering hinggap, jadinya ya keinginan itu dipendam dalam-dalam....... Kenapa males???? Yaaaa dari pada nguplek di Dapur, mendingan mama pakai waktu luangnya untuk bermain bersama Danis kan, hehehe....

Ngeliat Danis kok keliatan lahap banget waktu makan cake pisang yang mama beli di toko kue langganan mama, akhirnya mama jadi niat banget deh untuk bikin kue sendiri. Selain rasanya lebih manteb (nurut mama loh) mama rasa juga lebih sreg karena komposisinya bisa disesuaikan dengan selera mama usia Danis yang tergolong masih bayi. Nah, kalau pengen cara bikinnya, ini dia resepnya :

Pancake Pisang Keju
(untuk 5 buah)

Bahan:
250 ml susu UHT (mama pakai ultra yang plain, warna biru)
1 butir telur ayam, kocok sebentar
100 gr tepung terigu (mama pakai segitiga biru)
1 sdm salted butter (mama pakai Orchid Butter), panaskan hingga cair

Topping:
1 buah pisang raja
1/4 kotak keju cheddar (mama pakai kraft)

Caranya:
1. Masukkan tepung terigu kedalam mangkuk yang bersih dan kering, buat lubang di tengahnya, lalu masukkan telur kocok, aduk hingga rata.
2. Masukkan butter cair dan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga halus
3. Panaskan wajan teflon, tuangkan 1 sendok sayur adonan. Masak hingga matang (boleh dibalik dulu).
4. Susun pisang di atas pancake, taburi dengan keju cheddar parut, lipat. Siap disajikan.

Note:
- Mama tidak mengolesi wajan dengan margarin karena sudah ada butter di adonan
- Untuk variasi, tepung bisa diganti dengan labu kuning atau ubi yang sudah dikukus.

Nah, gampang kan? Psssttt foto ini aslinya punya tabloid nova loh, hihihi maap.. maap, yang bikinan mama ga sempat ke-foto soalnya keburu diserbu orang rumah n Danis, tentu. Mama aja cuma kebagian secuil sisanya Danis, huehue..... Tapi ga papalah, next time bikin lagi...

Rabu, Januari 14, 2009

'Bongkar' Kulkas Yuk ?

15 komentar
Selain hobi ngoprek alias bongkar isi laci-laci, keluarin mainan dari keranjang dan mindahin isi rak-rak yang bukan mainannya, Danis juga suka buka-buka dan bongkar isi kulkas lho!
Huhu.... rumah jadi nggak ada rapi-rapinya nih......

Sepertinya Danis tauuu aja kalo kulkas itu sometimes buat nyimpen yang 'enak-enak, hehe... Yup! Danis biasanya langsung ambil yoghurt kesukaannya begitu nemu di kulkas yang sudah dibukanya lebar-lebar

Hihi... mama malu nih keliatan banget kulkasnya berantakan & belum di bersihin. Tapi tetap aja nekat pasang foto-foto ini karena nggak mau ketinggalan 'special moment' ini, hehehe..... (Yaaa at least nurut mama loh.... ) Biarin malu dikit karena keliatan 'berantakan' banget kulkasnya, wong bukan untuk diliput di majalah or tivi kan?

Senin, Januari 12, 2009

Cerita Gigi Danis ke-9

11 komentar
Pfyuh... hari ini mama baru merasa lega. Pasalnya 2 hari yang lalu, tepatnya pada hari minggu siang kurleb jam 3-an, mama raba kening Danis yang waktu itu lagi bobo' siang, kok terasa 'sumeng' (hangat). Papa yang lagi siap-siap mo berangkat untuk atur acara wedding, mama panggil n mintain tolong untuk cek kondisi Danis saat itu.

Pertama-tama sih Papa yakin, as normal. tapi mama ngotot bilang klo kepala Danis emang rada panas. Mama juga worried ntar malam takutnya panasnya bertambah, apalagi Papa lagi gak ada di rumah, n mulai jam 11 siang tadi juga mbah Uti, Budhe, Pakdhe pergi berkunjung ke rumah sodara di Karangan.
"Apa mungkin karena pengaruh tumbuh gigi, ya? Iya nih, agak panas...."
kata Papa sambil elus-elus kepalanya Danis.
Hm, iya juga yaaaa....... dalam hati mama . Emang sih minggu pagi itu Mama n Papa baru tahu kalo Danis tumbuh lagi giginya. Ceritanya gini : paginya sebelum berangkat jalan-jalan alias hunting sarapan, Mama n Danis suap-suapan biskuit (oia, Danis hobby banget lo nyuapin Mama biskuit yang dipegangnya, hehe), pas lagi nyuapin biskuit itu ke mulut mama, mama action pura-pura miss / gak kena biskuitnya, Danis langsung deh ketawa ngakak, nah pas itulah mama ngelihat ada gigi mungil yang sudah mulai tumbuh. Trus mama suruh Danis buka mulutnya;
"Coba lihat giginya sayaaang?"
Dan tarraa....... Ternyata gigi bawah bagian kanan emang tumbuh 1 buah. Langsung deh lapor ke Papa. Yuhuuu.... ini berarti adalah giginya Danis yang ke-9, setelah 2 buah gigi taring atas yang sudah kelihatan putih njendol di gusi.

Senang sekaligus kuatir. Senangnya sih udah gak perlu dijelasinlah ya, yang jelas mama worried kejadian dulu terulang lagi. Pernah jam 12 malam mama n papa bawa Danis ke UGD RS. Al-Irsyad karena tiba-tiba badan Danis panas tinggi hingga 38 C. Sempat tes darah juga, takutnya kena DB atau apalah. Alhamdulillah ternyata normal-2 ajah. Dokternya bilang kena Virus, eh gak taunya belakangan ketahuan karena tumbuh gigi bagian atas (Sehari sesudah panas Mama bawa ke DSA RS. Haji).

Ya sudah, Jam 5 sore akhirnya Danis bangun, kemudian mama mandiin n suapin maem sorenya. Danis tetap ceria seperti biasa cuman mama baru sadar hari itu Danis memang tidak seaktif biasanya dan TIDAK BERKERINGAT! Termasuk pada saat makan pun tidak, wah perlu diwaspadai nih.... Akhirnya papa pun berangkat ke acara wedding dengan pesan : Segera telpon jika ada apa-apa!

Untunglah sore itu Mbah Uti, Budhe n Pakdhe sudah pulang. Jadi mama masih ada teman untuk berbagi. Dan benar, setelah maghrib, yang semula hanya kepala, seluruh badan Danis perlahan mulai panas juga. Mama sempat cek, panasnya hingga 38C! Deg, mama baru ingat kalo ternyata tidak punya persediaan obat penurun panas . Mama segera menghubungi papa dan minta tolong Pakdhe untuk membeli Obat penurun panas : Ottopan Paracetamol Drops. Sedihnya, Danis mulai strike nih untuk minum obatnya. Waktu mama sodorin pipetnya, lagsung deh GTM, rapet banget. namun akhirnya 0.6 ml berhasil masuk n ditelen dgn baik oleh Danis, gak papa-lah, mama juga gak memaksa untuk menghabiskan dosis standar utk umur 1 th, yaitu 1.2 ml, takut muntah.....Gak lama kemudian, setelah mama sholat maghrib, Danis akhirnya bobo lagi. Mama cek, alhamdulillah, panasnya berangsur turun.

Jam 12 malam, Danis gelisah . Panasnya kambuh lagi, kali ini 38,5 C!. Danis mulai rewel n nangis-nangis. Mama kasih obatnya, berhasil 0.6 ml. Akhirnya mama n papa sepakat untuk membawa Danis ke RS. Pas siap-siap tiba-tiba Danis muntah-muntah. Banyak sekali. Makanan yang sore tadi mama suapin keluar semuanya dan mengenai tempat tidur, selimut, gendongan dan baju mama. Setelah bersihkan badan dan gantiin baju, justru panasnya mereda. Setelah mama beri susu, akhirnya Danis pun bobo' lagi.

Hari senin paginya, sebetulnya mama pengen ijin tidak masuk kerja, tapi gak enak juga sama boss. Akhirnya dengan berat hati mama berangkat ke kantor sambil nitip pesan ke orang rumah (Budhe) agar segera mengabari Mama & Papa kalau tiba-tiba Danis panas lagi. Ternyata setelah mama cek via telepon jam 12 siang, Danis sudah gak panas cuma makannya gak lahap seperti biasanya sehingga gak 'fit dan aktif' like always. Sorenya mama pulang kerja, Danis langsung deh 'nempel' ke mama n akhirnya jam 6 sore bobo' sampe pagi. Alhamdulillah sudah tidak panas lagi. Terima-kasih ya Allah....

PS: Papa n Mama finally tidak jadi ke RS karena Danis gak lama kemudian bobo' n panas badannya mulai turun. Senangnya tinggal di rumah bersama keluarga besar adalah : pas anak sakit seperti ini ada yang kasih support n ikut mendampingi/menemani sehingga mama n papa sebagai 'ortu baru' tidak 'panik pada situasi seperti ini. Terima-kasih ya Uti, Pakdhe...