Hmmm... mama lupa tepatnya mulai kapan, Danis sudah bisa ber-tantrum segala. Setiap kali keinginannya nggak dituruti, atau apa saja yang nggak pas di hatinya, Danis pasti deh langsung bertantrum ria. Yang paling sering sih kalau pas meminta sesuatu sambil nunjuk apa yang dia mau dan teriak "Aaaaaaaa......" dan kalau tidak dituruti pasti deh setel teriakan yang makin kuenceng trus menghempaskan kedua lengannya atau tepatnya 'mukul' apa yang ada didekatnya sambil bilang "Ugh...Ugh.....!"
Ya, meskipun 'pukulannya' nggak sakit tapiii mama takut banget kalau nantinya jadi kebiasaan
. Padahal belum tentu semua keinginan Danis bisa terpenuhi, seperti yang biasa mama ucapin ke Danis kalo pas lagi 'tantrum' walapun mungkin Danis belum mengerti untuk saat ini.
Entah karena faktor kebetulan atau apa, asal muasal Danis 'mukul' (= pukulan Danis yang mama sebut disini bukan berarti pukulan yang menyakitkan melainkan semacam 'tepukan' kecil yang mungkin cara Danis mengungkapkan emotion-nya) adalah gara-gara suatu hari pas dahinya kedejot tembok, Danis nangis kuenceng sekali karena kesakitan. Untuk 'meredam' tangisannya, papa ngalihin perhatian Danis dengan bilang : "Oh temboknya nakal ya, dipukul yuk temboknya, Ugh..ugh...!" sambil ngasih contoh mukul tembok eks kedejot tadi. Berhasil ! Danis menghentikan tangisnya terus langsung deh niru papa mukulin tembok 'yang nggak bersalah' itu . Nah, sejak itulah setiap kejedot tembok, kena jepitan rambut mama, atau pas kakinya terantuk mainan, dll asalkan itu membuatnya kesakitan pasti deh langsung dipukul. Pernah juga pas lagi asik bermain kejar-kejaran sama mama dan nggak sengaja dahinya kejedot punggung mama, langsung deh Danis mukul punggung mama.... waduh-duh ... kalau yang ini gara-gara Papa niiiiii........
. Padahal belum tentu semua keinginan Danis bisa terpenuhi, seperti yang biasa mama ucapin ke Danis kalo pas lagi 'tantrum' walapun mungkin Danis belum mengerti untuk saat ini.Entah karena faktor kebetulan atau apa, asal muasal Danis 'mukul' (= pukulan Danis yang mama sebut disini bukan berarti pukulan yang menyakitkan melainkan semacam 'tepukan' kecil yang mungkin cara Danis mengungkapkan emotion-nya) adalah gara-gara suatu hari pas dahinya kedejot tembok, Danis nangis kuenceng sekali karena kesakitan. Untuk 'meredam' tangisannya, papa ngalihin perhatian Danis dengan bilang : "Oh temboknya nakal ya, dipukul yuk temboknya, Ugh..ugh...!" sambil ngasih contoh mukul tembok eks kedejot tadi. Berhasil ! Danis menghentikan tangisnya terus langsung deh niru papa mukulin tembok 'yang nggak bersalah' itu . Nah, sejak itulah setiap kejedot tembok, kena jepitan rambut mama, atau pas kakinya terantuk mainan, dll asalkan itu membuatnya kesakitan pasti deh langsung dipukul. Pernah juga pas lagi asik bermain kejar-kejaran sama mama dan nggak sengaja dahinya kejedot punggung mama, langsung deh Danis mukul punggung mama.... waduh-duh ... kalau yang ini gara-gara Papa niiiiii........


Kalau pas lagi tantrum gini, biasanya mama akan ngomong sama Danis kenapa nggak boleh ini atau itu baru kemudian mengalihkan perhatiannya ke hal lain agar Danis ceria kembali. Masalahnya kalau yang lagi ngasuh nggak tanggap dalam situasi seperti ini, pasti deh nggak lama kemudian Danis berlinang air matanya, huhuhu...
Well, semakin bertambah besar usia Danis, berarti semakin besar pula tanggung-jawab mama dan papa dalam mendidik Danis dengan baik. Insya Allah, we'll do our best for you, son....
. You're wonderful our little boy! 



