Senin, September 14, 2009

Danis 21 months

6 komentar
Waaa nggak terasa, Danis sekarang umurnya udah 21 bulan. Only 3 months to go until his 2nd Birthday! Danis tiap hari makin lucu. Rasanya mama pengeen aja bawa Danis kemana-mana, I mean, dimana ada Danis, disitu pula mama. Tapi tentu saja hal ini suatu hal yg mustahil banget utk saat ini karena mama adalah working mom. Jadi sebisanya pas hari minggu ato holiday mama usahain bisa full seharian bersama Danis. Mulai dari masakin menu yg sehat (tentu doong), mandiin, ngajakin jalan-jalan sama Papa, nemenin bermain sampai take a nap dan bobo malam. Karena makin aktif (perasaan sih dari dulu Danis ini aktif banget) jadi makin perlu extra perhatian. Misalnya, mama tidak bisa only watching dari kejauhan sementara Danis bermain sendiri. Masalahnya, kalau 'meleng' sedikit aja... Danis pasti deh 'masih saja suka' makan benda-benda kecil around him yg menarik perhatiannya. Bisa dibayangkan: remahan roti, kue / makanan yg lain yang sudah tentu kotor karena sudah terjatuh di lantai/matrass, juga kertas, tisyu, kapas, fyuuhhh... ampyun deh.  Walaupun mama sudah berusaha utk menjaga agar lantai rumah always clean and selalu wanti-2 Mbak Halimah utk bener-2 bersih pas bersihin matrass & ngepel lantai, tapii kok ya masih ada saja remahan-2 itu. Meskipun mama selalu sedia vitamin-2 instant seperti curcuma plus untuk 'imun' agar daya tahan tubuhnya bagus, tapi mama takuuut banget Danis akan jatuh sakit dgn habbitnya ini.
Hingga suatu saat pernah Danis ambil potongan cabe di piring mama. Trus dia masukin ke mulutnya. Kepedesan... tentu. Tapi Danisnya biasa aja sambil bilang "haaahh ... deesss (pedes)" Tanpa tangisan, tanpa rengekan atau jeritan minta minum. Justru mama yang panik dan sibuk ambilin Danis air minum sambil nasihatin kalau habbitnya itu nggak baik karena akan membuatnya sakit. Mama pikir setelah kejadian itu Danis bakalan kapok dan menghentikan habbitnya, tapii ternyata oh ternyata, harapan mama hingga kini tak kunjung terpenuhi, sigh.  

Selain itu, sejak mama tinggal kurleb semingguan utk nemenin Papa yang lagi lying RS beberapa waktu yg lalu, Danis dikit-2 suka banget bilang "TAKUT". Kalau pas denger suara berisik, pasti deh takut sambil meluk/pegangin mama erat-erat. Kalau lihat boneka unyil dan denger suara adzan di TV, Danis juga akan bilang "takut" sambil minta perlindungan dengan duduk dipangkuan mama, tapi eyesnya tetap lihatin TV dan marah-2 kalau channelnya diganti. Tiba-tiba saja takut sama bayang-bayang, takut kalau melihat pohon pisang yang terkena angin kencang (karena takut roboh), dan takut sama suara petasan. Kadang 'ucapan' takutnya ini emang dibibirnya aja sih, alias gak bener-2 takut gitu. Misal pas lagi asik bermain bersama mama, kemudian tiba-tiba di deketin sama Utinya, Danis langsung deh lari ke arah mama sambil bilang "Ga mau-mau...! Takut...!" Dan setiap ditanya: "Takut sama siapa?" jawabnya adalah "Allah...."
Mama bener-2 feel guilty banget. Mama nggak mau Danis menjadi penakut karena memang sebelumnya mama pernah sih nakut-nakutin Danis klo pas jamnya bobo sementara Danisnya maunya main terus seperti yang pernah mama ceritain disini. Tapi yang membuat mama upset : persis selama seminggu mama tinggal, sepertinya rasa takutnya Danis kok makin menjadi-jadi. Ada perasaan bersalah, keraguan dan confuse karena sebagai ortu mama ngerasa nggak hanya 'wajib' memberikan makanan sehat saja tapi juga wajib membimbingnya agar mentalnya dapat berkembang dengan baik, sehat dan benar. Mama takut banget salah ngasih arahan dan mulai mengevaluasi apakah mama telah menanamkan bibit-bibit yang berujung ke misbehavior selama membesarkan Danis, yang tentu saja, hal ini sangat tidak mama harapkan.
 
"Selamat Ulang bulan ya gantengnya mama. Tambah pinter & sehat selalu. You're my candle, you're my sun shine, you're my everything" 

Kamis, September 03, 2009

Papa Sakit & Hp yang Hilang

10 komentar
Pengen cerita tentang sakitnya papa beberapa waktu yang lalu yang membuat mama dengan berat hati utk sementara waktu meninggalkan Danis di rumah, tidur malam dengan Budhe-nya... Padahal, dari semenjak lahir, tidur malam bersama Danis merupakan suatu rutinitas yang sangaaat mama nantikan setiap harinya setelah hampir setengah hari Mama tinggal ngantor.
Ok, back to topic ya. Pada hari minggu tanggal 9 Agustus'09, seperti hari minggu yang lain,  mama, papa dan Danis agak sedikit molor/siang bangunnya. Tetapi hari itu, setelah Danis mandi dan mama suapin sarapannya, mama agak curiga karena papa tidak juga bagun dan keluar dari kamar. Padahal hari itu juga, papa ada acara pengajian rutin di Masjid Al-Irsyad jam 09.00 wib. Waktu mama bangunin, papa bilang : "Bentar maa.. badanku kok rasanya sakit semua ya. Ntar aja agak nelat ikut pengajiannya..." Trus Papa kembali tidur.
 
Tunggu... tunggu.. tunggu sampai jam 10.00 papa masih tiduran aja sementara Danis sudah tereak minta diajak main keluar. Akhirnya jam 10.15 papa bagun kemudian SMS rekan kantornya utk ngabarin tidak bisa ikut pengajian hari itu. Kemudian, bukannya bagun, mandi dan beraktifitas... Papa malah pindah tidur di kamar tengah. Mama tawarin papa untuk sarapan. Mama bikinkan mie kuah, sementara papa mandi. Pas makan, sepertinya papa bukannya tambah ok, malah keliatan makin KO. Mienya hanya dimakan 3 sendok dan kembali tiduran di kamar tengah. Papa bilang perutnya mual. Badan papa pun bertambah panas (mama tidak sempat ukur suhunya, tetapi panasnya tinggi banget sampe kulit muka, leher dan telinganya memerah). Papa minta dikompres dan dipijatin punggungnya. 
 
Hari senin pagi, badan papa masih panas tinggi. Mama mutusin utk ijin tidak masuk kerja dan ngantarin Papa periksa ke RS. Sampai di RS, dokternya bilang kalau kemungkinan bisa kena Demam Berdarah (DB) atau typus. Kemudian papa diminta utk test Darah dan hasilnya semuanya negatif. Dokternya menyarankan utk kontrol lagi hari rabu utk test darah ulang. 
 
Hari selasa mama masuk kekantor kemudian ijin sama boss mama utk ambil libur utk merawat papa yang sakit. Alhamdulillah, boss mama orangnya pengertian banget dan mama diijinkan utk ambil libur beberapa hari. 
 
Hari rabu, mama antar papa ke RS lagi utk test Darah. Dan hasilnya baru ketauan kalau papa positif kena DB dan harus diopname di RS. Setelah ngabari keluarga dan mempersiapkan perlengkapan utk stay di RS, hari rabu malam itu mama berangkat ke RS naik taksi sambil menangis karena selain sedih karena papa sakit juga sedih karena harus 'tidur berpisah' sama Danis, anak kesayangan mama ini. Tapi aahh sudahlah, mama bercoba utk realistis. Mama juga kasihan papa tambah kepikiran ntar. Bismillaah... mama kuatkan hati dengan terus berdoa semoga papa segera diberikan kesehatan. 
 
Rabu, 12-08-09 / Day-1 di RS
Setelah seharian wira-wiri di RS, badan terasa capek dan kaki mama lecet karena pakai sandal jepit baru, malam itu sekitar jam 10.00 mama coba utk beristirahat dengan rebahan. Mama lihat papa sudah tertidur. Sementara belum bisa merem, mama sempatin utk sms sodara mama ngabarin klo papa lagi dirawat di RS. Mama juga sempat hapusin sms-2 lama dan lihatin foto-foto dan video Danis sbg pengobat kangen. Mama juga sempat lihat-lihatan dgn keluarga pasien sebelah. (Oia.. hampir lupa cerita. Mama finally pilih Kamar kelas 2B. Utk kelas 2 di RS. Al Irsyad sebetulnya ada 2 yaitu A dan B. Fasilitasnya sama aja sih AC dan TV. Bedanya cuma jumlah pasien aja. Kalau A pasiennya 2 orang, sementara B jumlah pasien 3 Orang. Karena yang kelas 2A fully booked, akhirnya mama pilih yang 2B) Nah... pas masuk, papa kebagian tempat tidurnya di tengah, sementara di sisi kanan papa ada pasien yg ditunggui istrinya saja (sama spt mama dong) trus sisi kiri ada pasien yang ditunggui istri dan satu orang kerabatnya (cewek) sementara kerabatnya yang lain (2 orang cowok) menunggu di luar kamar. Sebetulnya mama agak kaget dengan jumlah 'penjaga' dan pengunjung pasien sebelah kiri ini. Sebut saja namanya Pak F ya... Jam 9 malam, Pak F ini masih saja dikunjungi oleh tamu/kerabatnya. Jujur aja sih mama 'agak' terganggu apalagi pasien-2 yg sedang sakit ini. Namun mama yakin sih kemungkinan pihak RS sudah mengingatkan, tapi sudahlah mama juga gak pengen ribut dan lebih memilih untuk istirahat....

Kamis, 13-08-09 / Day-2 di RS 
Pagi-pagi jam 04.00 mama berniat ke toilet. Waktu itu masih ada kerabatnya pak F di dalam toilet. Setelah dari toilet, cewek itupun langsung keluar dari kamar 213 (ruang tempat papa dan 2 pasien lain dirawat). Mama kemudian ke toilet. Sampai di dalam, mama agak setengah kaget karena HP mama yang semalam ditaruh di saku depan celana (jeans yg mama pake) kok tidak ada. Tapi mama masih berusaha utk stay calm, mungkin saja mama taroh di laci kaann? Trus mama mikir lagi, mestinya alarm kan bunyi tepat jam 04.00, lha ini kok nggak bunyi?? mama cepat-2 mandi dan setelah itu langsung buka laci utk cek hp mama. Tidak ada! Trus mama pake hape papa utk hubungi hape mama siapa tau jatoh. Eh tidak aktif. Langsung lemes deh mama. Mama coba telusuri nyari di seluruh lemari, di tas-2 dan laci, tidak ketemu. Mama coba telp lagi, tidak aktif. Akhirnya sesuai saran papa, mama lapor ke suster yang waktu itu gantiin cairan infus papa. Dari suster, laporan mama diterusin ke Security RS. Oh ya, sebelumnya mama sempat bertanya sama istrinya Pak F yang lagi duduk-2 di teras kamar bersama kerabatnya yang lain yang buanyak jumlahnya. "Maaf bu, lihat hape saya nggak ya?" Trus ibu F itu menjawab : "Hp? Nggak saya nggak lihat. Lho kenapa?? Ilang ta? " 


Sementara itu di kamar 213 lagi-lagi Pak F kedatangan tamu. Masih jam 6 pagi, tamunya berjumlah 4-5 orang. Tamu-2nya itu duduk di atas karpet di depan tempat tidur pak F. Keluarga pak F menyediakan kue-2 dan minuman utk tamu-2 tersebut. Wah.. pokoknya serasa milik sendiri lah kamar pasien waktu itu. 2 orang security RS datang dan langsung 'menertibkan' tamu-2nya Pak F. Mama pun ditanya-2 seputar handphone mama yg hilang. Mama juga sempat ditanyai tentang siapa kira-2 yg dicurigai. Nah pertanyaan yg cukup sulit kan? Jujur aja dari awal mama sebetulnya curiga sama cewek yang nungguin Pak F dan istrinya semalam. Tapi karena tidak sampai hati, ya mama bungkam aja. Setelah security pergi, keluarga pak F, yaitu istri dan salah seorang santrinya (cowok) masuk ke ruangan dan mendekati mama. Sementara cewek yg semalam nginep tidak keliatan batang idungnya. Mereka menanyakan tipe hp dan ikut prihatin dgn kejadian ini. Tapi waktu itu mama sudah iklas dan menjadikan pelajaran utk lebih berhati-hati. Walopun sebetulnya sangat kehilangan karena di HP itu masih banyak foto-2, video-2 Danis yang belum sempat mama pindahin datanya, juga ada foto papa pas lagi di UGD dan emang niatnya mama simpan utk diupload di blog ini. Well, dari percakapan pagi itu baru kami (mama dan papa) ketahui kalau ternyata Pak F itu adalah seorang kyai dan yg menunggu di RS adalah santri-santrinya. 
 
Jumat, 14-08-09 / Day-3 di RS 
Akhirnya mama terbiasa dengan suasana di RS. Jam 9 pagi, Ibu F tiba-tiba datang sambil tergesa-gesa dan berbisik-bisik dengan Pak F. Walaupun mereka menggunakan bahasa daerah tertentu dan mama tidak begitu paham dgn bahasa yg mereka gunakan, feeling mama mengatakan percakapan itu ada hubungannya dengan HP mama yg hilang. Gak lama kemudian, ibu F menemui mama sambil berbisik bahwa sepertinya hp mama tsb memang diambil oleh santri perempuannya yang pada malam itu tidurnya di dekat mama. Ibu F meminta alamat rumah mama dan berjanji akan membantu mama mencari HP tersebut dan akan mengembalikan ke rumah karena hingga saat itu ibu F belum bertemu dgn si pengambil hp. (Note: pengecualian bila hp tsb sudah terjual) Wah, mama tentu saja girang banget dengar berita itu. Walopun tidak berharap terlalu banyak, mama senenglah setidaknya sudah ada titik terang. Setelah itu Ibu F pulang ke rumahnya utk mencari si cewek tsb yang sejak kejadian itu menghilang entah kemana. 

Sorenya, pas menjelang maghrib ibu F datang dan menyerahkan hp mama yg sempat hilang itu. Masih utuh... cuma nomornya dah amblas, mungkin dibuang, trus foto-foto dan videonya juga raib. Tapi alhamdulillah... yang penting hpnya kembali. Pak F dan Istrinya tersebut berulang kali meminta maaf atas kejadian tersebut. Mama dan papa tidak lupa berterima kasih atas kebaikan mereka. Thanks ya Allah, atas kemudahan yang Engkau berikan... 
 
Sabtu, 15-08-09 / Day-4 di RS
Setelah tetangga sebelah kanan diperbolehkan pulang pada hari ke-2 (semenjak papa masuk RS), hari ini Pak F diperbolehkan untuk pulang. Akhirnya jam 11 siang pak F beserta santri dan keluarganya berpamitan hendak pulang. Thanks ya Pak, Bu atas bantuannya... nice to meet you all.....
 
Sementara yang laen boleh pulang, papa masih harus bersabar karena trombositnya semakin turun menjadi 22,000 saja. Sebetulnya, mulai dari Suster, Dokter, teman-2 kantornya papa hingga Direktur tempat papa bekerja sudah banyak memberikan motivasi agar papa mau makan yang banyak sehingga cepat sembuh. Tetapi semuanya hampir tidak begitu mudah diterima oleh papa karena papa selalu mengeluh mual dan muntah bila dipaksakan utk makan. Hingga akhirnya datanglah Ibu Lis. Ibu lis adalah kepala perawat di RS. Papa dah familiar banget dengan beliau karena sering ketemu di Sekolah Al Irsyad. Entahlah mungkin karena pembawaannya yg kalem dan sabar, alhamdulillah Papa akhirnya termotivasi utk makan yang banyak biar cepat sembuh. Kabar ini tentu disambut gembira oleh keluarga di rumah, terutama dari Kakaknya papa, Mas Nono. Setiap hari, mas nono ini wira-wiri rumah ke RS utk supply juice jambu merah & nasi bebek dan kebutuhan2 kami di RS seperti baju ganti dll. 
 
Trus how about Danis? 
Alhamdulillah anak mama yang ganteng ini pinter banget. Selama ditinggal mama Danis nggak rewel dan bersikap manis walopun kalau pas bobok malam tiba-tiba dia manggil-manggil mama, huhuhuhu... sedih banget. Oia, tiap 2 hari sekali (total seminggu papa dirawat di RS) Danis diajak ke RS utk nengokin papanya. Daan anak mama ini pinter dan sepertinya ngerti banget kalau papanya sakit dan utk sementara waktu harus 'berpisah' dengan mama dan papanya. 
 
Selasa, 18-08-09 / Day-7 di RS
Horrayy.... akhirnya papa diijinkan untuk pulang. Trombositnya sudah mulai naik hingga > 200,000. Meskipun belum belum fit dan betul-2 pulih seperti semula, tapi hari itu seneng banget akhirnya bisa pulang ke rumah dan segera dapat berkumpul dengan Danis. Terima kasih ya Allah...