Minggu, Februari 14, 2010

Batuk Pilek Parah

13 komentar
Mama barusan aja sembuh dari sakit flu & batuk, eh sekarang giliran Danis. Sudah dijaga agar gak sampe nulari Danis, tapi yang namanya virus ya emang JAHAT banget krn mudah nular. Selama ini, Danis kalau sakit batpil ga pernah parah-parah banget. Paling cuma meler dan batuk, dikasih Neo Triaminiq 2-3 hari dah sembuh. Badannya paling anget dan batuknya gak sampe yang bikin muntah gitu. Dan batuk kali ini bisa dibilang parah dari yang sebelumnya.

Awalnya sih, pas hari kamis (11 Feb) pagi Mama masih sempat bermain dengan Danis. Bangunnya lebih siang dari biasanya, tetap ceria seperti biasa dan minta diputerin VCD. Setelah itu mama mandiin dan suapin sarapan, kemudian mama tinggal berangkat ke kantor. Sama sekali tidak menunjukkan gejala mo sakit. Sore sepulang kerja, Budhenya bilang kalau Danis sedang sakit. Jadi ceritanya pas mau bobo siang tiba-tiba Danis muntah-muntah. Muntahan susunya banyak banget sampai membasahi mukanya juga seluruh kasur beserta pernak-perniknya. Badannya kemudian mulai sumeng .

Malamnya, Danis mulai rewel dan nangis-nangis gak ada juntrungannya. Hidungnya keluar ingus cair yang terus menetes gak berenti. Masih mau makan tapi gak bisa maksimal karena mulai sedikit-sedikit batuk. Pas dikasih obat penurun panas Danis berontak gak mau. Tapi mama papa berusaha agar obatnya bisa masuk. Danis juga gak mau minum susu, cuma mau minum air putih. Semalaman gak bisa tidur nyenyak, sebentar-bentar kebangun, nangis dan muntah. Pokoknya rewel luar biasa dan asli bikin mama STRESS.

Jum'at (12 Feb) mama terpaksa ijin gak masuk kerja (lagi) karena puyeng semalaman ga tidur juga Danis kondisinya yg tambah parah. Pipi dan hidungnya memerah. Matanya berair terus, bengkak, sayu dan kuyu. Biasanya yang klo minum susu UHT dan Yogurt suka kurang klo dikasih cuma 1, hari itu nolak dan bilang : "Gak enak, ma..". Mama jadi nangis liat dia seperti itu. Sorenya mama bawa ke Dokter dekat rumah. Oleh Dokter dikasih obat penurun panas dan antibiotik. Dengan kondisi sakit seperti itu, Danis masih mau jawab kalau ditanyain, mau nyanyi kalau diajak nyanyi, dan ketawa-tawa kalau diajak becanda. Tambah bikin hati mama trenyuh. Trus kalau misal udah enakan dikit, Danis malah bersepeda walaupun di dalam rumah. Malamnya, Danis lumayan bisa bobo. Walaupun ga seanteng biasanya karena kalau pas batuk di tengah bobonya pasti Danis akan bangun dan duduk. Dan kalau sudah duduk begitu, Danis akan nolak untuk di-tidurkan. Jadi walopun ngantuk sambil merem, Danis akan tetap duduk sambil ngerintih "Mau muntah Ma...". Sepertinya dia begitu karena trauma dengan muntah yang hari kamis siang itu.

Sabtu (13 Feb) siang pas mama pulang kerja, Danis lagi bermain sepak bola di dalam rumah. Mama kirain udah agak mendingan. Tapi budhenya bilang kalau pagi tidak mau makan sama sekali. Akhirnya mama suapin makan siangnya. Lumayan, Danis bisa habis 3/4 porsinya lalu bobok siang. Malamnya bisa bobok anteng, dan menghabiskan 2 botol susu.

Minggu (14 feb) paginya Danis sepertinya sudah lebih baik. Suhu badannya normal. Sama papa diajak jalan-jalan ke porakta sambil makan bubur ayam. Tapi begitu sampai di rumah mulai batuk-batuk lagi kemudian muntah lendir semua. Perkiraan mama bahwa sabtu mulai membaik ternyata meleset. Meski badannya ga panas tapi Danis kembali rewel karena batuk yang ga putus-putus. Gak ada selang 5 menit kebatuk-batuk. Danis juga terus mengeluh dengan bilang "Mau muntah ma..." Ga tega deh liatnya seperti itu. Karena batuknya malah menjadi-jadi, Papa kemudian inisiatif beliin PERIMPERAN untuk meredakan rasa mual dan MUCOPECT untuk meredakan batuknya. Kalau dari hari pertama sakit pake acara berontak, alhamdulillah hari ini sudah mau minum obatnya tanpa 'paksaan'. Malamnya, walau ngantuk dan capek luar biasa, mama nungguin Danis yang lagi-lagi tidak bisa dan tidak mau bobok karena batuk yang mengganggunya itu.

Huuuhhh @#$^& bingung, kesal, benci dan jengkel campur aduk jadi satu yang ada dlm otaknya mama Kenapa juga virus jahat itu mampir ke anak mama tersayang. Apalagi di rumah juga kebetulan berbarengan Uti lagi sakit balpil parah juga. Mama worried, takut banget sakitnya bakalan tambah lama klo disekitarnya ada yg sakit juga. Sampai hari ini (15 feb), Danis belum ada tanda-tanda membaik. Batuknya masih sering kedengar dan mama sedih 'merasakan' sakitnya itu.

Yah...mudah-mudahan anak mama, mbah uti dan semua yang sakit segera sembuh, dijauhkan dari virus2 jahat yang bikin penyakit dan semoga next tidak ada yang sakit-sakitan lagi, amiiin. Danis sayang, cepet sembuh ya nak. Mama kangen pengen liat Danis kembali ceria & dapat bermain-main lagi. Minta doanya aja yah...

Rabu, Februari 03, 2010

Tidak Mudah Menjadi Pengusaha :-)

13 komentar
Let's talk about bisnis....

Kalau diurut-urut, mama termasuk memiliki darah 'wirausaha' alias pedagang . Misalnya, Almarhum kakek mama (dari pihak bapak-nya mama) adalah seorang pedagang sate gule yang cukup laris di masanya. Keberhasilannya dalam berwirausaha akhirnya dapat mengantarkan beliau beribadah haji dan membelikan rumah untuk beberapa orang putra & putrinya. Kemudian alm. neneknya mama (dari pihak ibu-nya mama) selain sebagai seorang petani beliau juga seorang pedagang sembako yang cukup berhasil. Sayangnya keberhasilan mereka tidak satupun yang dilanjutkan oleh anak-anaknya. Kebanyakan putra-2nya kakek menjadi pegawai baik sebagai PNS atapun pegawai swasta. Begitu menikah, mama kembali dipertemukan dgn dunia wiarausaha, mertua mama alias mbah uti adalah seorang pedagang kelontong, yaitu menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari di rumah misalnya sembako, air mineral & perlengkapan dapur. Walaupun sekarang ini sudah begitu banyak saingan berupa minimarket-minimarket yang betebaran di dekat komplek rumah, usaha mbah uti ini tetap survive, setidaknya sampai sekarang ini, dimana putra-putri mbah uti sudah mandiri, berdagang tetap menjadi mata pencaharian mbah uti yang dapat memenuhi kehidupan sehari-hari yang jujur saja hasilnya memang 'lebih dari cukup'.

Hidup dari lingkungan yang sebagian besar berprofesi di bidang wirausaha, sedikit banyak mempengaruhi pola pikir mama papa dan menimbulkan inspirasi untuk ikut terjun kedalamnya. Jadi bukan karena latah atau sekedar mengikuti trend ya karena sebetulnya kami menginginkan pendapatan tambahan selain masih menjadi pegawai sekarang ini . Selain bergabung dengan MLM sebuah produk kecantikan dari swedia, kami juga mencoba peruntungan dlm usaha ayam goreng crispy yang kami rintis pada pertengahan bulan maret 2009. Seperti yang pernah mama ceritakan di sini, mama papa memutuskan untuk berbisnis waralaba raja crispy yang main coursenya adalah ayam goreng balut tepung krispy aka ayam crispy. Bulan pertama hingga triwulan berikutnya kami begitu semangatnya mengelola outlet kami diimbangi dengan penjualan yang cukup memuaskan. Kami juga nggak segan-segan untuk turun tangan sendiri yaitu dengan kulakan ayam sendiri, trus membeli beberapa macam pisau khusus utk memotong ayam hingga menjadi beberapa bagian. Kami juga sesekali ikut 'sibuk' melayani pembeli yang datang di outlet Raja Crispy kami dan mengirim beberapa pesanan paket nasi & ayam crsipy. Saking semangatnya, mama juga sempat belajar corel draw secara otodidak dan instant demi membuat banner dan brosur sesuai dengan keinginan mama sekaligus untuk mempermudahkan promosi. Sesekali both mama papa juga datang ke usaha orang lain yang sejenis untuk sekedar studi banding. Tapi yang namanya usaha, jangan selalu dibayangkan mulus-mulus aja ya. Kami juga sempat mengalami masalah, terutama pada SDM. Singkatnya sih mulai ada tanda-tanda ketidak-jujuran dsb .

Ga berhenti sampai disitu, disela-sela bisnis kuliner yang lumayan menguras tenaga dan waktu ini, mama iseng-iseng nyambi berjualan baju anak-anak & perlengkapan bayi setelah sebelumnya sempat berjualan jilbab. Targetnya sih berjualan secara online karena menurut pemikiran mama pekerjaan ini tidak terlalu menguras tenaga juga biaya dan low risk bila dibandingkan dengan berjualan makanan fresh. Tapi jujur aja yah, yang namanya bisnis makanan fresh ini, walaupun sangat sangat sangat high risk dan menguras tenaga & modal lebih banyak, nurut mama sih hasilnya jauh lebih baik ya dibandingkan dengan jualan pakaian anak & perlengkapan bayi online atau direct selling. Baru berjalan beberapa bulan, dan alhamdulillah sebagian besar barang sold out itupun bukan dari penjualan online melainkan melalui direct selling (pelanggannya baru tetangga & sodara)

Hufff, walaupun sekarang masih dalam taraf jatuh bangun tapi mama & papa rasanya kok masih tertantang untuk nyobain bisnis baru. Mumpung semangat masih berkobar dan masih punya segudang harapan. Bisnis, entah itu berupa barang atau jasa, walau kecil-kecilan tetap bisnislah namanya. Tiap orang akan punya cara sendiri dalam mengembangkan bisnisnya, sense of business tiap orang tidak akan sama. Jadi seseorang mungkin saja begitu mudahnya mencontek usaha orang lain. Tapi harus dicatet bahwa jenis usahanya boleh aja sama tapi kesuksesan dalam menjalankan tentulah akan berbeda. Anyway, begitu mulianya menjadi seorang pengusaha walaupun sungguh tidak mudah memang.

Note:
Eittsss, jangan pesimis dulu yaaa, semuanya mungkin aja kok asal ada kemauan. Hidup wirausaha!!!