Senin, Januari 23, 2012

My 2012 Resolutions

6 komentar
Masih di minggu ke-4 bulan januari 2012, semoga tidak terlambat untuk mencatat resolusi saya pada tahun naga air ini. Sebelumnya, saya akan mereview 'pencapaian' saya di tahun 2011.

2011 was one of my best years of life. Meskipun apa yang saya impikan di tahun 2011 tidak tercapai semuanya, namun setidaknya saya telah melakukan hal lain yang sama pentingnya bahkan lebih baik, insya allah.

Memang tidak sempat ditulis di blog ini ya, and I realize that I don't do very well on updating this blog. Wish I can pay it on 2012, doakan ya teman-teman semoga saya bisa lebih banyak dan aktif lagi update blog ini atau mungkin membuat blog baru yang lebih personal, yang berisi tentang bisnis kecil saya, tips-tips yang bermanfaat, lika-liku perjalanan bisnis gurem saya dengan harapan bisa membawa manfaat buat orang lain, tentang keluarga dan lain-lain, sementara blog ini akan tetap aktif, dan khusus berisi tentang my very cutest baby boy, tentang tingkah lakunya, tentang hari-hari saya yang tiap hari sangat menyenangkan bersamanya, duh seneng banget deh rasanya bisa semangat lagi menulis di blog, semoga berjalan dengan lancar yah, amiin...

Hal terbesar yang memang tidak direncanakan sebelumnya pada tahun 2011, keluarga kecil kami akhirnya membeli sebuah mobil Xenia which is our first car, pada bulan April. Tentang kejadian lucu mengenai mobil ini nanti diceritakan terpisah ya hehe. Alhamdulillah it's very easy now to go everywhere tanpa pusing mikirin biaya naik taksi dan rent car lagi, mau vacation, jalan-jalan dengan keluarga besar dan belanja barang dengan banyak bawaan sudah tidak masalah lagi.

Bulan Oktober, saya berhasil membujuk my hubby untuk menambah 1 kendaraan lagi untuk operasional bisnis kerudung kami, honda spacy, yang alhamdulillah cicilan perbulannya diperoleh dari side income.

Keuangan di tahun 2011 semakin membaik meskipun pengeluaran (juga) terus naik, alhamdulillah kami masih bisa menabung, berinfaq dan dengan leluasa membelanjakan sebagian uang untuk bersenang-senang. Semoga di tahun 2012 kami bisa lebih bijak lagi mengelola keuangan.

Bisnis kecil saya dan hubby mulai mendapatkan kepercayaan dari pelanggan bila dilihat dari sebagian besar diataranya adalah pelanggan lama. Semoga kami bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik, trust us, we'll do our best.

Sampai sekarang saya belum juga bisa memberi 'adik buat Danis. Sudah berusaha dan terus berusaha.

Bisnis gamis online saya belum mendapatkan hasil sesuai target, hal ini bisa disebabkan saya kurang fokus untuk mengupdate blog padahal stock kaos muslimah dan gamis sudah menumpuk di gudang, parahnya lagi setelah sekian lama, saya lupa passwordnya *LOL*

Sampai saat ini, Saya belum memiliki asisten yang khusus mengurusi bisnis jilbab online ini, jadi semuanya still under my control disela-sela kesibukan kerjaan kantoran saya. Sementara ini saya masih bisa bernapas lega karena masih ada kakak ipar saya yang mengasuh Danis, dan asisten RT untuk cuci-seterika baju dan bersih-bersih rumah saja.

Beberapa hal tidak bisa saya raih dengan mulus karena berbagai pertimbangan dan alasan, dan bisa dikatakan beberapa hal saya gagal di tahun 2011.


2012
Memiliki tubuh langsing sudah bukan prioritas lagi melainkan terus berupaya agar segera hamil. Rajin bertanya kepada yang ahli dan sudah berpengalaman juga sering-2 browsing dan baca-2 buku dan majalah agar diberi kemudahan segera hamil pada usia lebih dari 33 tahun dengan berat badan yang jauh batas ideal (seems that will be a high risk) buat yang punya tips agar saya cepat hamil, please sharingnya yah....

Tahun ini saya dan suami berniat untuk menambah 'sumber penghasilan' dengan bisnis baru. Suami saya sangat tertarik untuk budidaya ikan (lele, gurami, dll) juga agrobisnis. Saya sangat mendukung ide suami saya, apapun itu asalkan tujuannya baik, 100% saya dukung.

Saya ingin sekali bisa lebih fokus, baik ke urusan pekerjaan kantor juga ke urusan bisnis, dan tentu saja ke urusan keluarga (as TOP priority), ingin bisa lebih memanage waktu lebih baik.

Saya mau rekrut 1-2 orang untuk handle bisnis kerudung online saya, it just because I have to delegate it. Saya mulai pusing 'terjebak' pada printilan kerjaan operasional sehingga Saya merasa tidak punya waktu luang lagi untuk terus melakukan inovasi dan mencari peluang usaha baru. Saya ingin sekali tetap bisa jalan-jalan dan makan siang dengan enak sementara bisnis terus berjalan dengan baik. Ah, indahnya...

Saya ingin bisa memasak not only buy some meals to satisfied my hubby dan my boy, paling tidak seminggu sekali saya akan berusaha untuk memasak buat 2 orang cowok gantengku itu.

Ingin punya lebih banyak waktu luang dan having wonderful weekend gateway bersama keluarga.

Ingin segera merealisasikan pembangunan rumah di tanah yang telah kami beli sebelumnya. Semoga bisa berjalan dengan lancar dan start action to achieve our goals.

So, apa resolusimu di tahun 2012? Selamat tahun baru ya, have a great year ahead!

Jumat, Agustus 06, 2010

Happy Birthday, My Love

8 komentar
How do I begin to tell you how lucky I am
to have you in my life?
I'll start by saying what an honor it is
for me to be your wife.

You're my best friend in the good times
and my rock in times of sorrow.
You're the reason for sweet yesterdays
and my promise for tomorrow.

I never thought I could feel this loved
until I became your wife.
You made this year and every year
the best one of my life.

Happy birthday and Happy 7th year anniversary honey...

Kamis, Juli 22, 2010

Danis Jatoh :-(

3 komentar
Kejadiannya sih udah lumayan lama, tapi lagi-lagi mama telat nih postingnya. Jadi ceritanya pas jum'at malam, setelah maem dan nonton bernard bear, Danis bermain di depan rumah bersama anak tetangga ditemani papa. Mama waktu itu gak ikut ke depan karena lagi sibuk sesi pemotretan. Cieleeeee..... gaya bener yah bahasanya. Okey, mama ralat yah : mama lagi sibuk motret jilbab-jilbab yang baru datang. Mama kadang suka gak sabar nunggu Danis pules di tempat tidur. Bawaannya pengen segera jeprat-jepret, edit bentar trus langsung posting di butik online. Daaan, lebih tepatnya tentu gak sabar nunggu order berdatangan, hehehe. Gak jarang sih, kegiatan mama ini diprotes ma anak ganteng bin lucu kesayangan mama ini. Maklum, setengah hari dah ditinggal ngantor, jadi klo pas udah pulang ya minta perhatian lebih.

Hele... kok mama jadi ngelantur yah, okey back to basic yah...
Pertama mama kaget pas denger suara jeritan anak kecil. Mama langsung deh lari ke depan. Pas sampe di teras rumah, ternyata yang nangis kejer itu si Rajen, anak tetangga depan yang kakinya kejepit pagar. Sementara Danis lagi asik bersepeda muter-muter di jalan depan rumah. Lega, mama pun kembali ke ruang makan dan kembali melanjutkan 'tugas'. Gak sampe 5 menit, kembali mama denger suara jeritan anak kecil. Mama gak langsung beranjak sih, masih tenang aja sambil memastikan itu suara tangisan Danis ato bukan. Di rumah kan ada toko dan jam segitu biasanya banyak anak kecil yang datang bersama pengasuhnya / mamanya. Tapi begitu tangisannya gak brenti dan persis seperti suara Danis, mama langsung deh lari ke depan. Dan ternyata emang bener Danis yang lagi nangis kesakitan dan sudah dalam gendongan papa. Papa bercerita kalau Danis habis terguling bersama sepedanya pas belok. Mukanya langsung nyentuh tanah. Pas mama oper gendongannya mama ketar-ketir lihat mukanya seperti lebam gitu. Dari hidung bagian depan dan dahinya keluar darah. Mama langsung bawa Danis ke kamar mandi untuk bersihin debu yang nempel. Eh bukannya nurut, danis malah berontak minta turun dari gendongan untuk nyelametin (baca: ambil) sepedanya karena gak mau kalau dipinjam ma Rajen. Hehehe... namanya juga anak-anak, tingkahnya emang menggelikan. Setelah dikasih pengertian klo sepedanya gak dipinjam, Danis pun nurut. Mama bawa ke kamar mandi, dan bersihin mukanya pelan-pelan. Pas mau diobatin pake betadhine, sempat 'perang' dulu deh, hehehe. Dibujuk-bujuk gak mempan, dioles-olesin dulu ke kakinya, akhirnya dengan digendong papa, baru deh berhasil oleskan betadine. Eh pas mau bobok, di atas bed-nya, Danis bilang gini : "Ma, dikasih betadine ma biar cepet sembuh.." Duh pinternya nak... mama jadi terharu.

Sekarang, udah semingguan. Bekas lukanya udah kering, digaruk-garuk dan udah mengelupas. Tinggal sedikit insya allah mulus lagi deh. Mudah-mudahan gak jatoh lagi ya sayang, tambah pinter dan lebih ati-ati. We love you.

Senin, Juli 12, 2010

Hi, I'm Back :-D

3 komentar
Haiii, duh seneng banget deh rasanya bisa kembali lagi ke blog ini. Walaupun sepertinya sedikit berdebu yah karena ditinggal lumayan lama dan hampir tidak mama sentuh karena ada kesibukan baru Yup, kesibukan mama bertambah sekarang dengan bisnis online yang mama rintis berdua dengan papa, tanpa asisten. Karena masih tergolong pemain baru dalam dunia online seller, mama-papa bahu membahu menjalani usaha kecil ini. Blognya pun sangat sederhana, masih dalam tahap penataan. Melengkapi dan merekap stock, memperbarui foto (mesti seringkali tidak sempat) dan sesekali melayani pembeli yang langsung datang ke rumah. Tapi insya allah, start form now onwards, mama akan tetap eksis di blog ini. Blog pertama mama yang mama buat untuk record tumbuh kembang anak kesayangan mama ini. Ahhhh senangnya. Pengen buru-buru posting borongan tentang kabar Danis sekarang, juga pengen segera blogwalking dan menyapa teman-teman semuanya. Hooiii moms, I'm baack....

Senin, Mei 03, 2010

Rumah oh Rumah....

13 komentar
Tulisan kali ini hanya sekedar wacana. Sama sekali bukan bermaksud untuk sok pamer or something apalah. Pengalaman kami ini sekedar pengingat aja buat mama & papa agar kedepannya bisa lebih berhati-hati dan bijak dalam mengambil suatu keputusan besar, membeli rumah misalnya.

Both mama papa beranggapan bahwa memiliki rumah itu adalah termasuk dlm kategori first and high priority. Bila dibandingkan dengan membeli mobil, entah itu secara kredit ataupun tunai maka kami akan memilih untuk beli rumah terlebih dahulu. Untuk mencapai keinginan tersebut, sejak pacaran pun kami sudah berkomitmen dan membuat rekening bersama. Kalau ditotal, hingga saat ini sudah 4x mama papa (untuk selanjutnya ditulis 'kami' aja ya biar simple ) bertransaksi pembelian rumah dan tanah, tidak semuanya mulus memang dan bukan berarti sekarang kami sudah memiliki 4 property tsb ya, hehehe SALAH BESAR itu namanya .

Okay, untuk detailnya akan mama share disini yah...

Pertama: Kira-kira 1 bulan setelah married yaitu sekitar bulan September 2007, kami sepakat untuk membeli rumah secara kredit di Perumahan Wisma Indah II, Gunung Anyar, Surabaya. Tau rumah itu dari teman mama yang udah duluan kredit. Kita tertarik dgn rumah tersebut selain karena harganya murah (cocoklah di kantong kita) juga termasuk dekat jaraknya dengan rumah ortunya mama di Rungkut. Waktu itu sebetulnya rumah-rumah type 36 dengan luas tanah 6x15 meter di perumahan tsb sudah sold out, kebetulan ada 1 orang yang membatalkan akad kreditnya sehingga kami dapat kesempatan untuk mendapatkan rumah tsb secara kredit. Kemudian kami bayar uang muka sebesar 6jt dari total uang muka yang seharusnya 10 juta dan boleh diangsur selama 10x.

Namun sayangnya, sepertinya rumah tersebut memang belum berjodoh dengan Kami. Akhirnya kami terpaksa membatalkan pembelian rumah tersebut dgn berbagai pertimbangan kurang lebihnya sbb :

1. Perumahan tsb berada di lahan eks tambak dan disekelilingnya juga masih ada tambak yang ternyata rawan banjir bila air pasang apalagi hujan. Setelah kami lihat-lihat kembali rumah-rumah yang sudah dihuni rata-rata lantainya ditinggikan hingga lebih dari 0.5 Meter.

2. Rumah tersebut bernomor 12-A yang artinya sebetulnya rumah tersebut bernomor 13 (karena memang disengaja oleh developer untuk tidak ada nomor 13, sehingga urut-urutan penomerannya adalah nomor 12, 12-A, 14 dst. Sebetulnya kami tidak terlalu mempercayai nomor sial, tapi karena desakan dan masukan dari anggota keluarga akhirnya kami pun MENYERAH.

3. Belum ada PDAM masuk. Sebetulnya dari awal kita sudah tahu, cuma info dari developer ga lama lagi pdam akan masuk dan saat itu penghuri perumahan rata-rata pasang tandon di depan rumah dan pengisian airnya bisa pesan ke penjual air yg pake mobil tangki. Setelah pikir-pikir, repot juga ya kalau tidak ada air pam. Soalnya air kan termasuk wajib hukumnya apalagi bila ada bayi dan balita. Pasti ribet banget klo misalnya gak ada air.

4. Developer perumahan tsb sekaligus sebagai penyedia kredit, artinya bayar angsurannya di kantor developer bukan via Bank seperti kebanyakan perumahan-2 lainnya. Kalau melihat pengalaman dari teman-2 kantor mama, sudah ada 4 orang yang memiliki pengalaman buruk dengan sistem pembayaran spt itu, yaitu developer tiba-tiba menghilang/pindah kantor tanpa pemberitahuan dan beberapa saat kemudian tiba-tiba ada orang datang yang mengaku sebagai pemilik rumah sah bahkan dah pegang setifikatnya pula.

Dari poin-poin tersebut diatas akhirnya membuat kami sepakat untuk tidak meneruskannya. Setelah bernegosiasi, untunglah uang muka yang sudah kita bayarkan boleh kita tarik kembali namun dipotong sebesar Rp. 800ribu, plus biaya adm dan materai. Seiring perjalanan waktu, tambak-2 di dekat perumahan tersebut sekarang telah berubah menjadi tempat wisata Mangrove Gunung Anyar. Menyesalkah kami? Tidak juga, karena live must go on, keputusan telah dibuat dan tidak perlu rasanya untuk larut dalam penyesalan.

Kedua, pilihan kita akhirnya jatuh di perumahan Angkatan Laut Kotabaru Driyorejo Gresik. Tepatnya di Jl. Kalimaya 3. Kami membelinya secara cash melalui perantara. Jadi rumah tsb yang masih dalam proses angsuran kita lunasi di BTN, setelah itu bukti pelunasan kita serahkan ke Developer untuk dibuatkan semacam surat referensi untuk keperluan pengambilan skep asabri. Memang agak ruwet juga sih proses pembelian rumah ini karena pemilik rumah sebelumnya ternyata belum memiliki KSK, KTPnya juga expired dan masalah kecil lainnya. Setelah skep asabari kita dapatkan dalam selang waktu 2 minggu yang juga lagi-lagi melalui perantara (otomatis tambah biaya boo...) barulah sertifikat rumah tersebut bisa kami dapatkan dari BTN. Begitu sertifikat keluar, kami langsung aja proses balik nama untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan krn seorang TNI sering berpindah-pindah tugas. Dalam perjalanannya, rumah ini tidak kami tempati. Selain karena jaraknya jauh banget dari tempat kerja kami, terus terang kami tidak bisa menempatinya dgn kondisi 'aslinya' (dengan type 27 ukuran tanah 6X14 meter, dan cuma ada 1 KT, 1 RT dan 1 KM), juga waktu itu kami tidak memiliki dana yang cukup utk merenovasinya. Rumah itu cukup kami singgahi seminggu sakali untuk dibersihkan kemudian sempat kami kontrakkan selama 1 tahun hingga akhirnya dijual ke kakaknya mama. Well, jualnya tidak cash yah, melainkan diangsur dlm jangka waktu 5 tahun, itupun dgn harga yang relative murah karena jualnya ke sodara sendiri.

Next, yang ketiga, alhamdulillah, kami masih diberi rezeki oleh Allah SWT. Dari berbagai pilihan, baik itu berupa tanah kavling siap bangun, kos-kosan dan rumah, akhirnya pilihan kami jatuh pada sebuah rumah di sebuah kampung bernama Keputih gang Makam blok B. (demi privasi pemiliknya, nomor rumah off the record ya ). Pemiliknya sepasang pasutri usianya lanjut yang anak-anaknya sudah pada merantau. Rumah tersebut tidak begitu bagus sebenarnya bila dilihat dari harga jualnya yang tinggi. Ukurannya pun tergolong mungil yaitu 5 x 15 M dengan kondisi sudah full bangunan, 1 ruang tamu, 3 kamar tidur (bisa dibayangkan betapa kecil kamarnya ), ruang makan dan dapur serta 1 Kamar mandi. Lantainya 80% dari keramik kualitas rendah (ada beberapa yg pecah-pecah), eternitnya banyak yg mengap (entah kira-kira karena atapnya bocor atau apa..) dan temboknya juga keliatan agak kasar. Jadi intinya memerlukan renovation agar rumah tersebut keliatan gak tenggelam dibanding rumah disekelilingnya. Pada saat itu yang terbersit dalam otak kami adalah akan menyewakan/kontrakkan rumah tersebut karena memang di daerah tersebut mayoritas rumah-2 berubah menjadi kos-kosan bertingkat. Jadi boleh dibilang kami terlalu tergesa-gesa dalam membeli rumah ini. Betapa tidak, selama setahun waktu pencarian ternyata tidak juga cukup membuat kami dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan besar seperti ini. Kami begitu mudah percaya dengan kepolosan pemilik rumah sehingga tidak melihat detail riwayat tanah rumah tsb. Kami begitu terburu-buru memberikan uang muka sebesar 5 juta, wira-wiri mengurus berkas-2 karena ternyata pemilik rumah bahkan belum mengurus dan membayar PBB rumahnya , membayar biaya ukur tanah ke kelurahan sebelum akhirnya paham dan tersenyum getir begitu tahu bahwa rumah tersebut surat tanahnya berupa kutipan dari Petok D nomor persil sekian, tanpa diketahui indentitas pemilik sebelumnya. Akhirnya, lagi-lagi kami pun harus menelan kenyataan pahit bahwa kami tidak jadi untuk membeli rumah tersebut karena tidak mau menanggung resiko dikemudian hari. Terlebih lagi, rumah tersebut walapun both mama papa mendapat dukungan full dari keluarga baik itu secara moril dan materiil (ibu-nya papa bersedia memberikan loan, ) apabila jadi kami beli selain seluruh tabungan kami akan terkuras habis kami juga akan menyisakan hutang kurleb sebesar 50jt-an, GLEK, jumlah yang fantastis untuk ukuran mama papa yang sekarang harus tambah giat menabung utk masa depan anak-anaknya kelak. Jumlah segitu belum termasuk biaya renovasi loh. Tetapi kalau mikir enteng-entengan ya hutang tersebut akan mudah tercover karena harga sewa/kontrak di daerah tersebut lumayan tinggi karena letaknya yang stategis dekat kampus ITS, Hang Tuah, dan dekat fasilitas umum lainnya spt mall dan rumah sakit.

Akhirnya kami melepas rumah tersebut dgn hati dongkol karena tentu saja kehilangan uang 5,250 juta utk uang muka dan biaya ukur tanah. Kami juga jengkel dengan dering telpon dari perantara yang dgn seenaknya minta uang komisinya sebesar 2.5 persen dari nilai jual . Fyuuhhh.

And the last, and hope not least, ga berselang lama dari pengalaman diatas, akhirnya kami sepakat untuk membeli 2 kavling tanah di daerah Sukolilo dengan total luasnya 320 Meter persegi. Kondisinya memang belum siap bangun alias masih ditumbuhi rumput . Tapi sudah ada jalan masuk dan di sisi kanan sudah banyak yang dibangun dan ditempati. Rencananya jangka panjangnya sih kelak akan dibangun sebuah rumah mungil dengan kolam ikan disisi kirinya, bisa juga dibuat kos-kosan kelak jika ada rejeki, atau paling tidak investasi buat anak-anak kami kelak. Kami tak henti-hentinya bersyukur, setidaknya sekarang kami dapat membelanjakan sebagian tabungan kami untuk investasi, alhamdulillah masih ada sisa sedikit untuk biaya renovasi dan sebagian sebagai tabungan. Mudah-mudahan kami senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah SWt, amiinn ya robbal alamiin.

Tips jika mau membeli rumah:
-Pertimbangkan secara matang & usahakan tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Survey dulu rumah/tanah/property yang akan dibeli, kalau perlu tanyakanlah kepada tetangga sekitar mengenai kondisi rumah, banjir/tidak, adanya sarana air bersih/pdam, dekat fasum, dll.
-Sebisanya hindari beli rumah melalui makelar/perantara karena tentu budget akan membengkak, kalau benar-2 dirasa perlu, sebaiknya pakai perantara property profesional.
-Siapkan DANA EXTRA, karena harus diingat bahwa selain uang untuk beli rumah, juga akan ada biaya-2 lain seperti biaya kelurahan, pajak-2 dan biaya notaris.
-Sebaiknya beli rumah/tanah dgn status SHM (Sertifikat Hak Milik) karena selain lebih aman, pembelian rumah non SHM (SHGB, Petok D/Tanah girik/RIncik/Ketitir dsb akan lebih ribet dan makin banyak biaya yang dikeluarkan.
-Lakukan jual beli property melalu notaris PPAT. Notaris akan mengeluarkan AJB (Akta Jual beli) dan segeralah lakukan balik nama agar tidak repot dikemudian hari (bila si pemilik lama tiba-tiba pindah keluar kota misalnya)

Well, lumayan panjang juga yah postingan mama kali ini. Mudah-mudahan dapat diambil hikmahnya dan lebih bijak dalam menentukan suatu pilihan